Nasionalisme Bensin - Mabur.co

Nasionalisme Bensin

Sensitivitas warga terkoyak begitu mendengar harga bensin akan naik. Di berbagai tempat bisa saja terjadi panic buying.

Upaya membeli jumlah banyak dan dalam keterdesakan waktu.

Fenomena itu sudah wajar terjadi. Sebab kenaikan harga bensin memang bisa mengakibatkan kenaikan harga barang atau produk lainnya.

Harga sembako, misalnya, juga bisa ikut berubah.

Oleh karena itu banyak orang memperjuangkan harga bensin tetap stabil agar tidak memicu kenaikan harga barang atau produk lainnya.

Isu kenaikan harga bensin kali ini memang berbeda dengan isu yang sama sekian waktu silam.

Isu kenaikan harga bensin kali ini terkait dengan perang di kawasan Timur Tengah.

Ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran menjadikan banyak negara pembawa minyak dunia yang melintasinya kelabakan.

Syukurlah pada akhirnya kini selat tersebut sudah bisa lancar lagi, bisa dilewati kapal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pastilah ada hikmah yang bisa dipetik dari situasi ini: nasionalisme kita masih kuat.

Kita masih tetap bersatu dalam situasi yang bukan tidak mungkin sebentar lagi akan terjadi krisis energi.

Namun itu semua tentu tidak akan terjadi jika penghematan energi memang dimulai dari sekarang dan semoga saja perang segera diakhiri.

Ada delapan miliar lebih penduduk di dunia yang memerlukan perhatian agar tetap bisa beraktivitas secara normal.

Semua itu terkait dengan mata rantai kerja sama dunia.

Pastilah dari sini, yang jauh dari Selat Hormuz, saya pun selalu berdoa agar perang memang tak lagi dilanjutkan.

Semoga dalam satu atau dua hari ini perang memang berhenti.

Agar tak terjadi lagi kepanikan yang melanda banyak orang di daerah tertentu dan kehidupan pun menjadi normal kembali. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *