Percaya - Mabur.co

Percaya

Saudaraku, kata “percaya” dalam bahasa Indonesia bertaut dengan kata “bercahaya”.

Artinya, jika kita ingin keluar dari kegelapan menuju jalan cahaya, yang pertama-tama harus kita nyalakan adalah “kepercayaan”.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, menembus batas dan meratakan arena persaingan, kita sering bertanya: apa yang bisa kita andalkan?

Biasanya kita menunjuk pada yang tampak —sumber daya, tenaga terampil, investasi, hukum, dan sistem politik.

Namun sering terlupa bahwa kekuatan sejati justru tersembunyi: karakter.

Ia hidup dalam kepercayaan, kreativitas, dan ketangguhan menghadapi krisis —modal tak kasat mata yang sepanjang sejarah menjadi jangkar kekuatan suatu bangsa.

Globalisasi boleh merobohkan batas negara, tetapi bangsa yang kuat tetaplah yang teguh karakter dan integritasnya.

Untuk itu, pembangunan harus dimulai dari memulihkan rasa saling percaya: keyakinan bahwa kepentingan pribadi tak boleh menenggelamkan kebaikan bersama.

Seperti diingatkan Lee Kuan Yew, modal terbesar sebuah bangsa bukan sekadar kekayaan, melainkan kepercayaan rakyat —disertai kerja keras, hemat, semangat belajar, dan ketegasan melawan korupsi. Tanpa itu, harapan mudah runtuh.

Kepercayaan juga menentukan kekuatan ekonomi.

Francis Fukuyama menyebutnya sebagai “modal sosial”: daya yang memungkinkan masyarakat bekerja sama, membangun jaringan luas, dan menekan biaya kehidupan ekonomi. Semakin tinggi kepercayaan, semakin kuat daya saing bangsa.

Namun ketika kita menatap diri sendiri, sering yang terlihat justru sebaliknya: lembek etos, manipulasi, dan pengkhianatan. Kepercayaan menipis, kebaikan dicurigai, keburukan dipuja.

Jika bangsa kehilangan sumber daya, kita hanya kehilangan sesuatu. Jika kehilangan pemimpin, kita hanya kehilangan seseorang. Tetapi jika kehilangan karakter, kita kehilangan segalanya.

Karena itu, marilah kita menumbuhkan kembali kepercayaan: dengan memegang teguh amanah publik, saling menghormati, dan berbagi harapan—agar bangsa ini berdiri tegak bermartabat di hadapan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *