Daftar Harga BBM Tahun 1983, Bikin Netizen Ingin Balik Masa Itu - Mabur.co

Daftar Harga BBM Tahun 1983, Bikin Netizen Ingin Balik Masa Itu

Mabur.co- Perbandingan harga BBM antara tahun 1983 kembali menjadi sorotan publik setelah data arsip lama mengenai harga bahan bakar pada 1 April 1983  beredar luas di media sosial.  

Dilansir dari akun Instagram @tv.jadul membagikan foto artikel berita lawas yang terbit pada Januari 1983.

“Cukup mahal,” tulis @tv.jadul pada caption-nya.

Daftar harga BBM (Bahan Bakar Minyak) ini berdasarkan Keputusan Presiden No. 1/Tahun 1983.

Melalui artikel di surat kabar 1980-an, pemerintah saat itu mengharapkan pengertian seluruh lapisan masyarakat atas keputusan berat yang harus diambil.

“Menteri Pertambangan dan Energi Prof. Dr. Subroto melalui TVRI semalam mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan itu mulai berlaku tanggal 7 Januari 1983 jam 00.00,” bunyi keterangan di dalam artikel.

Daftar harga yang tercantum di artikel berita lawas itu cocok dengan harga jual eceran BBM di dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 1 tahun 1983.

Harga bensin premium saat itu memang dijual dengan banderol Rp300-an.

Sebelum ini, kita juga pernah melihat daftar harga bahan makanan pokok di tahun 1980.

Salah satu yang menjadi pembahasan adalah harga gula menyentuh sekitar Rp310 – Rp320 per kilogram di pasar.

Kita bisa melihat bahwa harga beras saat itu berkisar antara Rp230 hingga Rp340 per kilogram.

Jenis beras termurah adalah Pelita dan Siam Super. Sementara jenis termahal merupakan beras Cianjur.

Daftar harga BBM di tahun 1983 ini memancing beragam komentar dari netizen.

“Dulu BBM murah tapi nggak sanggup beli motor. Sekarang terbalik, sanggup beli motor tapi beli BBM mengeluh. Kalau nggak sanggup beli BBM ya jangan naik motor tapi naik angkot saja,” pendapat @vhi**y.al**my.

Perbedaan harga BBM tersebut menggambarkan perubahan besar dalam kebijakan energi, kondisi ekonomi, serta nilai mata uang selama lebih dari empat dekade.

Pada awal April 2026, pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kebijakan ini berlaku untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi yang dijual di seluruh SPBU Indonesia, termasuk wilayah Jawa seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan keputusan tersebut diambil mengikuti arahan pemerintah untuk menjaga stabilitas energi nasional.

“Pertamina menjalankan kebijakan pemerintah sekaligus memastikan pasokan energi tetap aman melalui berbagai langkah strategis,” kata Roberth, dikutip dari BeritaSatu, Rabu (1/4/2026).

Jika dibandingkan secara sederhana, harga bensin pada 1983 yang berada di kisaran Rp320 per liter kini telah meningkat puluhan kali lipat.

Perubahan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari inflasi, nilai tukar rupiah, harga minyak dunia, hingga perubahan kebijakan subsidi energi.

Data historis menunjukkan pemerintah Indonesia telah beberapa kali melakukan penyesuaian harga BBM sejak dekade 1980-an sebagai bagian dari kebijakan fiskal dan pengelolaan subsidi energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *