Mabur.co – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Kulon Progo berlangsung meriah dengan diisi berbagai kegiatan, Senin (09/02/2026).
Melibatkan berbagai pihak mulai dari instansi dan lembaga pemerintah, hingga komunitas masyarakat, kegiatan diisi dengan aksi kepedulian lingkungan hingga bakti sosial.
Selain dilakukan penebaran benih ikan dan penanaman pohon, sejumlah insan pers di Kulon Progo juga menyalurkan sejumlah bantuan sembako hingga bantuan renovasi rumah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Peringatan HPN sendiri, rutin digelar sebagai momentum untuk menguatkan peran pers dalam menjaga etika jurnalistik, memperkuat budaya lokal, sekaligus juga mendorong ekonomi daerah yang berdaulat.
Tema Pers Sehat, Budaya Kuat, Ekonomi Berdaulat diangkat untuk menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi salah satu fondasi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Ketua Persatuan Wartawan Kulon Progo (PWK), Asrul Sani, menegaskan, bahwa di tengah arus deras informasi digital, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Menurutnya, di era serba digital seperti saat ini, wartawan tidak hanya bertugas menemukan fakta, tetapi juga memastikan fakta tersebut disampaikan secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Aspek verifikasi menjadi kunci. Wartawan tidak bisa bekerja seperti media sosial yang serba cepat tanpa penyaringan. Kualitas dan etika harus tetap dijaga,” ujar Asrul.
Ia juga menilai bahwa penguatan budaya lokal memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi daerah. Dengan menjadikan budaya sebagai identitas dan kekuatan, pergerakan ekonomi dapat tumbuh tanpa kehilangan jati diri lokal.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menekankan pentingnya pers yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta berperan aktif dalam menangkal penyebaran informasi hoaks.
Karena itulah ia berharap agar setiap insan pers dapat senantiasa berpijak pada fakta dan realitas sosial yang dihadapi masyarakat.
“Pers harus memperjuangkan kepentingan rakyat, menyampaikan berita apa adanya, dan tidak terjebak pada sensasi,” ujarnya.
Ambar menambahkan, profesionalisme pers, penguatan budaya, dan kemandirian ekonomi merupakan tiga pilar yang saling terkait dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan daerah.
Salah satunya adalah melalui pemberitaan yang sehat, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat. ***



