Mabur.co- Belakangan ini media sosial diramaikan dengan satu keluhan yang cukup relatable bagi banyak pekerja di kota besar, susah mendapatkan ojek online menjelang waktu berbuka puasa.
Fenomena ini bahkan sampai disebut sebagai “krisis ojol” oleh sebagian warganet. Banyak pengguna layanan transportasi online mengaku kesulitan menemukan driver ketika memesan kendaraan atau makanan pada sore hari di bulan Ramadan.
Akibatnya, tidak sedikit orang yang akhirnya menunda waktu berbuka puasa karena makanan yang mereka pesan belum juga tiba atau karena transportasi yang dibutuhkan tidak kunjung didapat.
Fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan. Di balik keluhan pengguna aplikasi, ada berbagai faktor yang juga dialami oleh para driver ojek online.
Keluhan ini memuncak dan menjadi viral setelah akun Instagram @jktdiemplease mengunggah keresahan warga net. Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa kesulitan mendapatkan layanan ojek online (ojol) telah merata dialami warga Jakarta.
“Ternyata krisis ojol ini lagi serentak dialamin sama warga Jakarta. Belum lagi, umat muslim yang jadi nunda buka karena enggak dapet ojol buat anter order makanan kita,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya, dilansir Jumat (13/3/2026).
Komentar netizen di unggahan tersebut menggambarkan situasi yang cukup pelik.
Akun novie.octa, misalnya, menceritakan pengalamannya terkena ghosting oleh mitra pengemudi.
“Driver-nya enggak mau (ambil), ojol biasanya diem, di aplikasi enggak gerak-gerak, di DM pun gak dijawab. Pilihan lain naik TJ dan kereta pun penuh banget,” keluhnya.
Di sisi lain, para mitra pengemudi memiliki alasan kuat di balik fenomena ini.
Akun luthfifauzan06 yang mengaku sebagai driver menjelaskan bahwa menyalakan aplikasi di jam sibuk justru merugikan mereka secara finansial.
“Menyalakan di jam sibuk itu tidak worth karena argo tidak seberapa tapi kejebak macetnya lama. Mohon maaf tetapi faktanya hanya menghabiskan bensin,” ungkapnya.



