Mabur.co – Iringan kendang yang rancak berpadu dengan gerakan lincah para penari mewarnai ajang Pasanggiri Tari Jaipong Rampak 2026 yang digelar di Gedung Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, akhir pekan ini.
Dominasi Siswa Sekolah dan Sanggar Tari
Para peserta yang didominasi siswa sekolah dan berasal dari berbagai sanggar tari, nampak menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan salah satu kesenian tradisional khas Sunda berupa tari Jaipong.
Pasanggiri Tari Jaipong Rampak sendiri digelar dalam rangka peringatan Hari Kebudayaan 2026 tingkat Kabupaten Bogor. Selain menjadi kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para penari untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan kemampuan, serta memperluas pengalaman tampil di hadapan publik.
Sebagaimana diketahui, tari Jaipong merupakan kesenian tari tradisional asal Sunda yang berkembang di Jawa Barat sekitar 1976.
Dilansir dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, Senin (19/10/2026), kesenian Jaipong awalnya muncul dari kreativitas sejumlah seniman Karawang yang memadukan unsur kesenian tradisional.
Tari Jaipong ini semakin meluas ketika sejumlah seniman di Bandung turut mengembangkannya dengan memadukan gerak dan komposisi tariannya berdasarkan berbagai kesenian tradisional Sunda.
Perpaduan gerak yang dinamis, ekspresif, dan iringan kendang yang kuat akhirnya menjadi ciri khas pertunjukan Jaipong hingga saat ini. Tidak hanya menjadi hiburan, kini tari Jaipong bahkan telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sunda.
Diwariskan Lintas Generasi
Karena itulah guna menjaga identitas tersebut, upaya pengenalan dan regenerasi tari Jaipong kepada generasi muda harus terus dilakukan untuk menjaga agar kesenian tersebut tetap dipelajari, dipentaskan, dan diwariskan lintas generasi.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti, mengatakan, Pasanggiri Tari Jaipong Rampak menjadi bagian dari upaya pelestarian dan regenerasi tersebut.
Disamping memberikan kesempatan bagi para seniman, sanggar tari, maupun generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, ajang ini sekaligus juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya daerah.
“Melalui kegiatan Pasanggiri Tari Jaipong Rampak ini, kami ingin memberikan ruang bagi para seniman, sanggar tari, serta generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan kemampuan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya Sunda, khususnya di Kabupaten Bogor,” ujar Titi, dikutip dari siaran pers Diskominfo Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Titi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kebudayaan kepada generasi penerus.
Tahun 2026 juga menjadi momentum pertama Kabupaten Bogor turut merayakan Hari Kebudayaan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelaku seni budaya.
Titi mengapresiasi para peserta dan sanggar tari yang telah mempersiapkan penampilan mereka. Ia berharap pasanggiri tidak hanya menjadi ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga sarana pembelajaran, pengembangan bakat, dan pembentukan karakter generasi muda.
Tak Malu Cintai Kesenian Daerah
Ia juga berpesan agar para peserta, terutama anak-anak dan remaja, terus berlatih serta tidak malu mencintai dan menampilkan kesenian daerah. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi dan kesempatan untuk tampil merupakan bagian penting dalam proses belajar para penari.
Melalui Pasanggiri Tari Jaipong Rampak 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap seni tari tradisional Sunda semakin dikenal dan diminati masyarakat, terutama generasi muda.
Keterlibatan sanggar dan pelaku seni diharapkan turut menjaga keberlangsungan Jaipong sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus identitas masyarakat Kabupaten Bogor. ***
