Pekan Saptohoedojo 2026, Hidupkan Kembali Karya Besar Seniman Dunia

Mabur.co – Pusat Kebudayaan Saptohoedojo (PKSH) siap menggelar acara spektakuler Pekan Saptohoedojo yang dilaksanakan pada 1-7 Februari 2026 di Galeri Saptohoedojo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Pekan Saptohoedojo ini merupakan aktualisasi tahunan untuk menghidupkan kembali pemikiran, karya, dan keteladanan seniman besar Saptohoedojo bagi generasi penerus bangsa Indonesia.

Sesuai visi PKSH “Terwujudnya Pusat Kebudayaan Saptohoedojo sebagai Gerbang Timur Budaya Yogyakarta menuju pusat budaya yang berkepribadian, maka diharapkan acara tersebut dapat memberikan inspirasi bagi publik.

Rangkaian acara yang dipersembahkan cukup beragam. Dimulai opening dibuka oleh Kurniawan Mec Dev (Paniradya Pati) dan dimeriahkan penampilan One Uli (Prancis) dan Yupi dengan lagu-lagu kenangan.

Selain itu, Komunitas Pelukis Titik 0 Jogja juga akan mengawali Gelar OTS pada Minggu pagi (1/2/2026). Selama Pekan Saptohoedojo pula digelar Pameran Lukis “Gothak Gathuk Pethuk” karya Ansori Mozaik dan En Roel.

Dimeriahkan pula dengan Pameran UMKM Seni yang dibina Dinas Koperasi UMK Kabupaten Sleman. Selanjutnya pada Kamis malam (5/2/2026) digelar Umbul Donga oleh LKJ Sekar Pangawikan dan Baca Puisi Komunitas Sastra Sembada.

Menurut Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo, Wahjudi Djaja, selama ini RM Saptohoedojo sudah dikenal sebagai seniman yang karya-karyanya mendunia.

“RM Saptohoedojo adalah bangsawan seniman yang mendedikasikan hidupnya demi tumbuh kembang seni dan kebudayaan. Pemikirannya melampaui zaman, komitmennya pada harga diri seniman di atas rata-rata, dan karyanya bertebaran di berbagai penjuru dunia,” tukas Wahjudi Djaja kepada mabur.co, Rabu (28/1/2026).

Direktur Pusat Kebudayaan Saptohoedojo Wahjudi Djaja baju hitam saat jumpa pers Pekan Saptohoedojo 2026 didampingi Yani Saptohoedojo perupa Ansori Mozaik ujung kiri dan perupa En Roel ujung kanan Foto maburco

Lebih jauh Wahjudi Djaja menjelaskan bahwa RM Saptohoedojo lahir pada 6 Februari 1925. Ia adalah keturunan PB IX.

“Obsesi kebudayaannya sangat mulia. Ingin menjadikan Galeri Saptohoedojo sebagai oase sekaligus meeting forum bagi para tokoh besar dunia. Di dinding galeri yang diam membisu kita bisa membaca rekaman kehidupan beliau, berikut jaringan dan karya monumentalnya,” tandas Wahjudi Djaja.

Ditambahkan oleh Wahjudi Djaja, PKSH didirikan pada 22 November 2025. Bertepatan dengan 72 tahun Yani Saptohoedojo.

Satu dari tujuh misinya adalah “mengangkat kembali pemikiran, komitmen, keteladanan, dan karya seni Saptohoedojo sebagai khazanah sejarah dan kebudayaan Indonesia”.

“Secara terpisah, misi itu akan dibedah oleh Dr. Nasir Tamara, DEA dalam orasi budaya saat opening (1/2/2026), serta Prof. Narsen Alfatara, MS dan Dr. Hajar Pamadhi, MA, saat sarasehan (7/2/2026),” pungkas Wahjudi Djaja. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *