Mabur.co – Miss Universe Singapore 2026, Vion Tan, melakukan kunjungan keYogyakarta dalam rangka membawa pesan lebih luas dari sekadar perjalanan seorang pemegang gelar kecantikan. Melalui kampanye yang mengangkat inspirasi generasi muda, kepedulian sosial, pendidikan lingkungan, dan pertukaran budaya, Vion ingin menjadikan kehadirannya sebagai kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat Singapura dan Indonesia.
Miss Universe Singapore 2026, Vion Tan, menuturkan, Indonesia dan Singapura bukan hanya sebagai dua negara yang bertetangga, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Asia Tenggara yang memiliki kedekatan budaya, sejarah, dan nilai kemanusiaan.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengenal Indonesia lebih dekat, berbagi pengalaman, sekaligus memperkenalkan pesan bahwa perbedaan kebangsaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling mendukung dan menginspirasi,” ucapnya, Minggu (1/11/2026).
Vion Tan menuturkan, di balik gelar Miss Universe Singapore 2026, saya memiliki perjalanan dan ketertarikan yang melampaui dunia pageant.
“Saya menempuh pendidikan di bidang Real Estate Business dan memiliki pengalaman di industri keuangan sebelum kemudian terlibat dalam bidang keberlanjutan lingkungan. Salah satu perhatian utamanya adalah edukasi publik mengenai pentingnya lebah, konservasi, dan peran ekosistem bagi kehidupan manusia. Bagi saya, isu lingkungan bukan hanya persoalan alam, melainkan juga tentang masa depan generasi berikutnya. Melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat, saya ingin mendorong semakin banyak orang untuk memahami bahwa tindakan sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” tuturnya.
Vion juga memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan dan anak-anak. Dia percaya setiap perempuan berhak memiliki kesempatan untuk berkembang, menyuarakan gagasan, dan menentukan masa depannya sendiri.
“Bagi saya, Miss Universe merupakan platform yang dapat digunakan untuk menyampaikan cerita, memperjuangkan nilai kemanusiaan, serta membuka ruang bagi perempuan untuk memberikankontribusi positif kepada masyarakat,” ucapnya.
Menurut Vion, keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan yang mudah. Setiap orang memiliki perjalanan, tantangan, dan waktunya masing-masing. Hal terpenting adalah tidak berhenti belajar, berani mencoba, serta tetap percaya pada potensi diri. Sebagai sosok yang memiliki pengalaman dalam dunia pendidikan, bisnis, keberlanjutan, dan pageant, saya diharapkan dapat memberikan perspektif baru kepada mahasiswa, khususnya generasi muda yang sedang membangun identitas dan menentukan arah masa depan.
“Kunjungan ini juga menjadi ruang pertukaran budaya. Saya ingin mengenal lebih jauh kekayaan seni dan budaya Yogyakarta sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan generasi muda Indonesia,” tuturnya.
Vion berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga meninggalkan semangat bagi anak muda untuk terus berkarya dan berani membawa mimpi mereka ke tingkat yang lebih tinggi.
Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Kehadiran, perhatian, kesediaan mendengarkan cerita, dan berbagi kebahagiaan juga merupakan bentuk kepedulian yang bermakna.Melalui kunjungan tersebut, Vion ingin mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kebutuhan anak-anak dan memberikan dukungan agar mereka tetap memiliki harapan serta keberanian untuk bermimpi.
“Bagi saya, setiap anak memiliki potensi dan cerita yang layak untuk didengar. Tidak boleh ada anak yang merasa bahwa latar belakang kehidupannya membatasi masa depannya,” ucapnya.
Kunjungan Vion ke Yogyakarta juga menjadi bagian dari upayanya mengenal Indonesia secara lebih dekat. Indonesia memiliki kekayaan alam, seni, budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang tersebar di berbagai daerah. Yogyakarta menjadi salah satu representasi kekayaan tersebut melalui kehidupan seni, tradisi, pendidikan, dan industri kreatifnya.
Vion melihat bahwa pertukaran budaya dan kunjungan internasional dapat membuka kesempatan baru bagi masyarakat untuk saling mengenal, membangun jaringan, serta memperluas kolaborasi. Potensi tersebut tidak hanya berada di Yogyakarta, tetapi juga di berbagai wilayah seperti Jakarta, Semarang, Jawa Tengah, dan Bali.
“Melalui hubungan antarmasyarakat dan pertukaran internasional, sektor pariwisata, fesyen, seni, serta industri kreatif lokal berpeluang mendapatkan perhatian yang lebih luas,” katanya.
Di tengah dinamika dan berbagai isu yang terkadang muncul di antara negara-negara Asia Tenggara, Vion membawa pesan bahwa masyarakat tidak seharusnya kehilangan rasa saling menghormati dan kepedulian. Sebagai perempuan dengan latar belakang Indonesia dan Singapura yang kini membawa nama Singapura melalui gelar Miss Universe Singapore 2026, Voin memahami pentingnya membangun jembatan di antara dua budaya.
Perbedaan pendapat dan persoalan politik sebaiknya tidak menghilangkan hubungan baik antarmasyarakat. Dialog, pemahaman, dan rasa hormat tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga hubungan yang sehat.
“Asia Tenggara memiliki kedekatan yang tidak hanya dibangun melalui batas geografis, tetapi juga melalui budaya, nilai kekeluargaan, keramahan, dan pengalaman hidup yang saling berhubungan,” katanya.
Melalui kunjungan ini, Vion ingin menyampaikan bahwa masyarakat Asia Tenggara adalah bagian dari keluarga besar.
“Kita dapat berbagi kebahagiaan, saling mendukung ketika menghadapi kesulitan, serta tumbuh bersama tanpa harus kehilangan identitas masing-masing,” tuturnya.
Melalui kunjungannya ke Indonesia, Vion membawa harapan agar generasi muda berani bermimpi, perempuan semakin percaya pada kemampuannya, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dengan bahagia, dan masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan serta sesama.
“Yogyakarta menjadi salah satu tempat untuk menyampaikan pesan tersebut, sekaligus ruang bagi saya untuk belajar dan mengenal lebih dekat kekayaan Indonesia. Pada akhirnya, inspirasi tidak hanya diukur dari seberapa tinggi seseorang mencapai panggung,” ucapnya.
