Inilah 5 Daftar Santri yang Menjabat Menteri, Tengok Siapa Saja Mereka 

4 Min Read
Four men in white shirts, black caps, and green sashes sit and chat outdoors in front of a large modern building.
Ilustrasi. Para santri yang kini menjadi menteri di Kabinet Merah Putih. (Foto: Instagram)

Mabur.co – Tepat di Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober ini, berbagai elemen masyarakat termasuk pemerintah kompak menggelar berbagai kegiatan untuk memperingati hari santri. 

Selain upacara bendera, peringatan hari santri tahun 2026 ini juga diisi doa bersama menyikapi bencana kebakaran hutan dan lahan, hingga Salat Istisqa untuk meminta hujan.

Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengklaim keberpihakan Pemerintah Prabowo Gibran terhadap para santri dan dunia pesantren.

Ia menyebut, hal itu salah satunya ditunjukkan dengan banyaknya pejabat Kabinet Merah Putih berlatar belakang santri.

Menurutnya, pemerintah selama ini juga selalu membuka ruang bagi lulusan pesantren untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“Di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo juga banyak menteri berlatar belakang santri, ini merupakan keberpihakan yang nyata kepada dunia pesantren dan para santri,” ujar Syahganda dilansir Kompas, Kamis (22/10/2026).

Dari sekitar 48 pejabat tinggi pemerintah setingkat menteri yang menjabat di kabinet saat ini memang tak sedikit yang merupakan seorang santri. Siapa sajakah sosok mereka? Dan seperti apa kinerja maupun prestasi mereka selama ini?

Berikut adalah daftar nama dan asal pondok pesantren mereka, sebagaimana dilansir SINDOnews: 

1. Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

Menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin merupakan seorang politikus yang tidak diragukan lagi kesantriannya. 

Ia dikenal sebagai keturunan ulama besar Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri. 

Cak Imin juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MAN 1 Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

Sebagai politikus senior, ia pernah menduduki berbagai jabatan penting seperti Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi hingga menjadi Wakil Ketua DPR RI.

2. Nasaruddin Umar

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Ia pernah belajar di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Sulawesi Selatan.

Setelah menempuh pendidikan pesantren, Nasaruddin melanjutkan studi di IAIN Alauddin Ujung Pandang dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga meraih gelar doktor.

Sebelum dipercaya menjadi Menteri Agama pada pemerintahan Prabowo-Gibran, Nasaruddin dikenal sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Ia juga pernah menjabat Wakil Menteri Agama pada periode 2011–2014.

3. Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merupakan tokoh Nahdlatul Ulama yang juga menempuh pendidikan pesantren. Ia merupakan lulusan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Gus Ipul kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Nasional (Unas), Jakarta. Ia juga memiliki pengalaman panjang di organisasi dan pemerintahan.

Sebelum menjabat Menteri Sosial, Gus Ipul pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Wali Kota Pasuruan.

4. Nusron Wahid

Nusron Wahid, yang menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), juga masuk dalam daftar tokoh berlatar belakang pendidikan Islam.

Ia menempuh pendidikan di MTs Qudsiyyah dan MA Qudsiyyah di Kudus, Jawa Tengah. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Nusron melanjutkan studi di Universitas Indonesia dan meraih gelar magister ekonomi dari IPB University.

Selain berkiprah di pemerintahan dan politik, Nusron dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor.

5. Raja Juli Antoni

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga merupakan seorang santri. Ia lulusan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan agama di pesantren tersebut selama enam tahun.

Setelah itu, Raja Juli melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia kemudian memperoleh kesempatan melanjutkan studi di luar negeri, termasuk di University of Bradford, Inggris, melalui beasiswa Chevening, serta menempuh pendidikan doktoral di University of Queensland, Australia.

Latar belakang pendidikan agama dan akademiknya menjadi bagian dari perjalanan Raja Juli sebelum dipercaya memimpin Kementerian Kehutanan.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar