Mabur.co– Dunia pendidikan kembali berduka setelah seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara atau MIN 2 Ketahun menjadi sorotan publik akibat dilaporkan meninggal dunia pada Minggu malam, (1/3/2026), diduga kuat karena keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombespol Ichsan Nur, S.IK menyampaikan, dugaan keracunan makanan yang menimpa seorang peserta didik MIN 2 Bengkulu Utara di Kecamatan Ketahun terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Setelah korban diduga mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Berdasarkan laporan dari jajaran Polsek Ketahun, makanan dibagikan sekitar pukul 11.00 WIB oleh masing-masing wali kelas.
Menu yang disiapkan oleh MBG Ketahun terdiri dari burger isi telur mata sapi, kacang keriting, kurma, pisang ambon, dan saus sachet.
“Seorang siswa berinisial SA (8), warga Desa Girikencana, dilaporkan mengalami sakit perut, pusing, hingga pingsan setelah mengonsumsi makanan tersebut di rumah.
Korban sempat dibawa ke klinik setempat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Lagita untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya dikutip laman Polda Bengkulu, Selasa (3/3/2026).
Kombespol Ichsan Nur, menegaskan bahwa kepolisian bekerja secara profesional dan proporsional dengan mengedepankan fakta hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium.
“Proses penanganan masih berlangsung. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum ada hasil diagnosa medis dan uji laboratorium yang memastikan penyebabnya,” ujarnya.
Kombespol Ichsan Nur, mengungkapkan, distribusi makanan MBG Ketahun juga dialokasikan ke sejumlah sekolah lain di wilayah tersebut, dan hingga saat ini tidak ditemukan laporan gejala serupa dari siswa lainnya.
Aparat Intelkam Polsek Ketahun telah melakukan koordinasi dengan pengelola SPPG serta instansi terkait guna memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan tepat.
“Polda Bengkulu memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini, sekaligus berkoordinasi dengan pihak kesehatan guna memperoleh kepastian penyebab kejadian. Situasi di lapangan terpantau kondusif, sementara keluarga korban masih menunggu perkembangan kondisi medis di rumah sakit,” ujarnya. ***



