Gangguan Kesehatan Mental Meningkat, Menko PMK Larang Siswa SD-SMA Gunakan AI Instan - Mabur.co

Gangguan Kesehatan Mental Meningkat, Menko PMK Larang Siswa SD-SMA Gunakan AI Instan

Mabur.co- Pemerintah membatasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sekolah dasar dan menengah guna mencegah dampak negatif pada kemampuan kognitif siswa.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial dalam pendidikan.

Pedoman ini diterbitkan untuk memastikan penggunaan teknologi digital dan AI dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan salah satu poin utama dalam pedoman tersebut adalah larangan penggunaan AI instan, seperti ChatGPT,  untuk keperluan pendidikan di tingkat SD hingga SMA.”

Jadi misalnya pendidikan dasar dan menengah itu tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan AI-AI instan, misalnya tanya ChatGPT dan seterusnya,” dilansir akun Instagram praktikno, Jumat (13/3/2026).

Praktikno menuturkan, Kami melakukan penandatanganan SKB 7 Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial dalam Pendidikan, yang berlaku di jalur pendidikan formal, non-formal, maupun informal.

SKB ini bukan untuk menghalangi perkembangan teknologi, tetapi untuk mengatur dan memastikan pemanfaatannya berjalan secara bijak dan cerdas.

Kita juga tidak bisa menutup mata bahwa gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja terus meningkat. Sejumlah kajian akademik menunjukkan bahwa salah satu faktor yang berkontribusi adalah penggunaan teknologi digital yang tidak terkendali, tidak terkontrol, dan tidak dimitigasi dengan baik.

Karena itu, SKB 7 Menteri ini menjadi langkah bersama untuk membangun generasi yang cerdas dan bijak dalam berdigital serta dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial.

“Tujuannya adalah mendukung ekosistem pendidikan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga sehat secara mental, serta berlandaskan etika dan moral yang baik bagi anak-anak dan remaja kita,”tulisnya dalam akun Instagramnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *