Ini Kenangan yang Tak Bisa Dilupakan Titiek Soeharto tentang Try Sutrisno - Mabur.co

Ini Kenangan yang Tak Bisa Dilupakan Titiek Soeharto tentang Try Sutrisno

Mabur.co – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia di usia ke 90 tahun pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB hari ini. 

Tokoh militer dan negarawan senior itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD), Jakarta.

Kabar duka tersebut langsung memantik ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Terlebih Try Sutrisno merupakan salah satu tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. 

Salah satu ungkapan duka datang dari Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto, putri Presiden ke-2 RI Soeharto. Putri Cendana itu menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang telah lama dekat dengan keluarganya itu.

“Kami atas nama keluarga Bapak Haji Muhammad Soeharto menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Try Sutrisno,” ujar Titiek saat melakukan kunjungan kerja di Kulon Progo, Senin (2/3/2026).

Try Sutrisno memang dikenal memiliki hubungan yang erat dengan Presiden Soeharto. Keduanya telah saling mengenal sejak masa Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962. 

Pada 1974, Try bahkan dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto, sebuah posisi strategis yang menandai kedekatan personal sekaligus profesional di antara keduanya.

Karier Try Sutrisno terus menanjak hingga akhirnya dipercaya mendampingi Soeharto sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998. Dalam peran tersebut, ia menjadi bagian penting dari pemerintahan di era Orde Baru.

Titiek mengenang Try sebagai figur yang setia dan penuh dedikasi. Menurutnya, hubungan kedua keluarga tetap terjalin hangat hingga usia senja.

“Bapak saya menganggap Pak Try sudah seperti anaknya sendiri. Jadi beliau ke kami juga seperti adik-adiknya sendiri. Kami cukup dekat. Sama putra-putri Pak Try juga seperti adik sendiri. Kami sangat kehilangan,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya atas semangat almarhum yang tetap aktif menghadiri berbagai undangan dan kegiatan, bahkan di usia 90 tahun.

“Hebatnya, setiap ada undangan apa pun beliau masih datang, masih hadir, dan masih peduli dengan bangsa ini,” kata Titiek.

Di akhir pernyataannya, ia memanjatkan doa agar almarhum dilapangkan jalannya dan diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT.

“Selamat jalan, Pak Try. Kami sangat kehilangan beliau,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *