Ini Kronologi Ambruknya Atap Ruang Kelas MTsM 4 Bulu Sragen, 7 Siswa dan 1 Guru Dilarikan ke Rumah Sakit - Mabur.co

Ini Kronologi Ambruknya Atap Ruang Kelas MTsM 4 Bulu Sragen, 7 Siswa dan 1 Guru Dilarikan ke Rumah Sakit

Mabur.co — Peristiwa naas menimpa sejumlah siswa MTs Muhammadiyah (MTsM) 4 Bulu yang berada di Dukuh Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Selasa (12/5/2026) pagi. 

Sebanyak 7 orang siswa dan 1 orang guru dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertimpa material atap bangunan ruang kelas sekolah mereka yang roboh saat proses belajar mengajar (KBM) tengah berlangsung.

Dari video yang beredar di media sosial, ruang kelas nampak hancur berantakan.

Seluruh bagian atap mulai dari kerangka kayu penyangga hingga genting nampak ambruk menimpa bangunan di bawahnya hingga berserakan di lantai.

Dikutip Radar Solo, Wakil Kepala MTsM 4 Bulu, Cipto Waluyo, membenarkan insiden memilukan tersebut.

Ia menyebut keejadian ambruknya atap bangunan ruang kelas berlangsung sangat cepat terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika para siswa sedang mengikuti pelajaran. 

Tanpa ada yang menduga atap kelas mendadak roboh tanpa tanda-tanda sebelumnya.

“Ini jam pertama pelajaran. Anak-anak sedang fokus mendengarkan penjelasan dari Bu Nurul. Tiba-tiba saja atap langsung roboh. Tidak ada suara apa pun sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, tidak terdengar suara gemeretak kayu ataupun tanda kebocoran yang biasanya menjadi indikasi kerusakan bangunan.

Karena kejadian berlangsung sangat cepat, para siswa maupun guru tidak sempat menyelamatkan diri.

“Kejadiannya sangat cepat. Langsung ambrol menimpa anak-anak yang berada di bawahnya,” lanjutnya.

Rangka atap yang diduga telah lapuk dimakan usia runtuh dan menimpa siswa yang sedang duduk di bangku kelas.

Material bangunan berserakan di dalam ruangan dan membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.

Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, mengonfirmasi terdapat sekitar 13 orang yang terdampak langsung dalam insiden tersebut.

Dari jumlah itu, delapan korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Setelah konfirmasi ulang, yang dibawa ke rumah sakit total ada 8 orang. Rinciannya 7 siswa dan 1 guru,” jelas Edi.

Para korban dievakuasi menuju RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menggunakan armada ambulans gabungan dari Puskesmas Sambungmacan 1 dan 2, PMI, ambulans PDM Muhammadiyah, serta Lazismu.

Sementara itu, siswa lain yang mengalami luka ringan telah mendapatkan pertolongan pertama di lokasi dan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Edi menyebut dugaan sementara penyebab ambruknya atap bukan karena cuaca ekstrem, melainkan kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh.

“Tadi kami melihat di lokasi, atapnya kelihatannya memang sudah lapuk. Kayu-kayunya sudah dimakan usia,” terangnya.

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, Wawan Suranto, membenarkan adanya peristiwa ambruknya gedung sekolah tersebut. Pihaknya mengaku langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.

“Benar, kejadian tersebut memang ada. Saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, pada tahap awal fokus utama seluruh pihak adalah proses penyelamatan dan penanganan korban. Hingga proses evakuasi berlangsung, petugas gabungan bersama warga sekitar terus berjibaku membersihkan puing bangunan.

Pascakejadian, area sekolah langsung diamankan guna mencegah risiko runtuhan susulan yang dapat membahayakan warga maupun siswa. Petugas juga masih melakukan pendataan terkait korban luka ringan serta kerusakan bangunan.

Hingga Selasa siang, aparat dan pihak sekolah masih melakukan pengamanan lokasi serta pendataan menyeluruh terkait dampak insiden tersebut.

Pemerintah kecamatan juga berencana melaporkan detail kejadian kepada Bupati Sragen untuk tindak lanjut penanganan dan evaluasi kondisi bangunan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *