Ini Kronologi Lengkap Ambruknya Bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Brebes - Mabur.co

Ini Kronologi Lengkap Ambruknya Bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Brebes

Mabur.co – Sebuah video amatir merekam detik-detik mencekam ambruknya bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (8/3/2026) pagi.

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial tersebut, bangunan yang terletak di tepi tebing terlihat mulai retak sebelum akhirnya runtuh total dan terseret material longsor ke aliran sungai yang berada tepat di bawahnya.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Brebes Selatan selama beberapa hari terakhir.

Kondisi tanah yang jenuh air membuat struktur tebing di sepanjang ruas jalan Kabupaten Langkap–Cilibur menjadi labil.

Warga yang berada di lokasi sempat berteriak memberikan peringatan saat tanah mulai bergeser. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

Dikutip dari Radar Tegal, bangunan sekolah yang ambruk itu belakangan diketahui merupakan fasilitas kamar mandi atau MCK di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan berukuran 3 x 6 meter.

Salah seorang guru SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan, Khaerul Anwar, mengatakan, dampak longsor mulai terasa sejak muncul retakan di area halaman sekolah.

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi, kegiatan belajar mengajar langsung dipindahkan ke Madrasah Diniyah (Madin) yang berada di sekitar lokasi.

“Setelah muncul retakan di halaman sekolah, siswa langsung dipindahkan ke Madin untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi di sekitar lokasi longsor masih dinilai rawan. Retakan tanah masih terlihat di beberapa titik di area tebing yang berada dekat dengan bangunan sekolah, sehingga berpotensi memicu longsor susulan.

Ambruknya bangunan sekolah SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan ini menjadi satu dari sejumlah kejadian bencana longsor di wilayah Brebes selatan.

Di wilayah Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, longsor juga terjadi hingga menyebabkan badan jalan kabupaten pada ruas Cilibur–Langkap terputus.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah RT 01 RW 01 Desa Cilibur. 

Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Brebes selatan sejak beberapa waktu terakhir hingga memicu banjir besar di Kali Longkrang.

Arus banjir yang deras menggerus tebing di sisi utara sungai hingga akhirnya ambrol dan memicu longsor besar. 

Material tanah yang runtuh memiliki dimensi cukup besar, dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi mencapai 30 meter.

Kepala Desa Cilibur, Nurrohman, mengatakan, longsor tersebut menyebabkan badan jalan kabupaten di ruas Cilibur–Langkap ikut terbawa longsor sehingga akses transportasi di lokasi tersebut terputus.

“Kondisi ini membuat jalur penghubung antarwilayah di kawasan tersebut putus,” ujarnya.

Hingga saat ini pihak terkait masih melakukan pendataan kerusakan akibat terdampak longsor di wilayah ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *