Mabur.co – Penampilan gemilang Veda Ega Pratama pada balapan Moto3 Grand Prix Spanyol mendapat sorotan dari jurnalis otomotif sekaligus komentator MotoGP, Taufik Hidayat. Melalui kanal YouTube TMCBlog, Taufik mengungkapkan bahwa pemilihan ban menjadi salah satu faktor utama di balik performa impresif pembalap muda Indonesia tersebut.
Berdasarkan data penggunaan ban Pirelli di kelas Moto3, mayoritas pembalap memilih kombinasi ban SC2 di depan dan SC2 di belakang saat balapan berlangsung dalam kondisi trek kering dengan suhu sekitar 28 derajat Celsius. Kompon SC2 dikenal lebih keras dibandingkan SC1.
Beberapa pembalap papan atas seperti Máximo Quiles, David Muñoz, Álvaro Carpe, Esteban Uriarte, dan Brian Uriarte menggunakan kombinasi SC2-SC2. Sementara itu, Veda memilih strategi berbeda dengan menggunakan SC2 di ban depan dan SC1 di ban belakang, sama seperti Carpe dan Brian Uriarte. Hanya Casey O’Gorman yang menggunakan kompon SC1 di kedua roda.
Menurut Taufik, keputusan Veda menggunakan ban belakang yang lebih lunak terbukti sangat efektif, terutama pada fase awal balapan.
“Ini jadi kunci kesuksesan Veda bisa merangksek ke barisan depan di awal balapan. Karena ban yang lebih soft akan lebih cepat dibawa balap atau dipush,” ujar Taufik.
Menariknya, strategi pemilihan ban tersebut bukanlah keputusan dadakan. Sejak awal musim, Veda memang kerap menggunakan kombinasi serupa, meski berbeda dari mayoritas pembalap lainnya. Pilihan itu diambil berdasarkan analisis data serta kebiasaan maupun pengalaman yang diperoleh dari berbagai sesi sebelumnya.
Taufik juga memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan Veda sepanjang balapan. Menurutnya, level kompetitif Veda sudah sejajar dengan para pembalap papan atas Moto3.
“Perjuangan Veda Ega luar biasa. Level dia itu fight dengan Álvaro Carpe,” katanya.
Penampilan di GP Spanyol menjadi bukti bahwa Veda terus berkembang. Dengan semakin memahami kelebihan dan kekurangannya, pembalap muda Indonesia ini diyakini memiliki modal besar untuk meraih hasil yang lebih baik pada seri-seri berikutnya.



