Jalur Laut Strategis, Ribuan Kapal Melintas di Selat Malaka - Mabur.co

Jalur Laut Strategis, Ribuan Kapal Melintas di Selat Malaka

Mabur.co-  Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Selat ini menghubungkan Samudra Indonesia dan Laut Cina Selatan, membentang di antara Pulau Sumatra (Indonesia) dan Semenanjung Malaysia, lalu berlanjut ke Selat Singapura.

Secara geografis, Selat Malaka adalah “urat nadi” perdagangan internasional.

Ribuan kapal melintasinya setiap tahun, membawa minyak mentah, gas alam, komoditas industri, hingga barang konsumsi menuju kawasan Asia Timur seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

Dalam beberapa hari terakhir, Selat Malaka kembali trending seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Kekhawatiran gangguan distribusi energi global membuat perhatian dunia tertuju pada jalur-jalur laut strategis, termasuk yang berada di wilayah Indonesia.

Dikutip dari laman perpustakaan.kemendagri.go.id, Jumat (10/4/2026), secara geografis Selat Malaka membentang di antara Pulau Sumatra dan Semenanjung Melayu, menjadikannya salah satu jalur pelayaran internasional yang sangat vital.

Banyak negara mengandalkan jalur ini untuk mengangkut bahan bakar dan bahan industri, sehingga keamanan serta stabilitas di kawasan ini menjadi perhatian global.

Dengan segala peran strategisnya, sejarah Selat Malaka terus menjadi bukti pentingnya jalur ini dalam perkembangan ekonomi dan peradaban dunia.

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan tidak akan bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan izin atau membayar tarif ke Teheran agar kapal-kapalnya bisa melewati Selat Hormuz di Teluk Persia.

Balakrishnan memperingatkan bahwa Selat Malaka, yang berada di antara Singapura, Indonesia dan Malaysia, adalah jalur perdagangan yang jauh lebih strategis dari Selat Hormuz.

“Melintasi (Selat Hormuz) adalah hak. Bukan izin yang diberikan oleh negara-negara sekitarnya, bukan lisensi yang harus dimohon-mohon, bukan ongkos yang harus dibayar,” tegas Balakrisnan,” dilansir suara.com, Jumat (10/4/2026).

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya jalur laut strategis dunia dalam menjaga stabilitas energi global.

Menurut Prabowo, Selat Hormuz sebagai salah satu jalur vital yang menentukan kehidupan banyak negara.

“Konflik di Timur Tengah menunjukkan betapa besar pengaruh satu selat terhadap harga minyak dunia.  Sekarang perang di Timur Tengah itu membuktikan satu selat, satu Selat Hormuz, itu menentukan hidupnya bangsa menentukan harga minyak, satu selat 33 mil, 60 km,” katanya, dilansir Tribun.com.

Prabowo mengingatkan pentingnya posisi geografis Indonesia dalam jalur perdagangan dan energi global yang dikelilingi selat strategis seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar.

Indonesia memegang peran kunci karena sebagian besar jalur energi dunia melintasi perairan tersebut.

“Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar, dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita betapa pentingnya Indonesia, sadarkah kita betapa kuncinya Indonesia, 70 persen energi,” ujar Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *