Mabur.co – Usai membawa timnas Indonesia meraih kemenangan atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series, Jumat (27/3/2026) malam, pelatih baru asal Inggris, John Herdman, kembali menegaskan tekadnya untuk membawa Rizky Ridho dan kawan-kawan melaju ke Piala Dunia 2030 mendatang.
Herdman memahami betul perasaan seluruh masyarakat Indonesia, yang masih kecewa lantaran gagal menembus putaran Final Piala Dunia 2026 lalu, saat masih dilatih oleh legenda Belanda, Patrick Kluivert.
Indonesia pun harus kembali menunda keinginan mereka, setidaknya selama empat tahun lagi.
Herdman pun menegaskan keinginannya untuk mencatatkan sejarah baru bersama timnas Indonesia, agar bisa menjadi generasi pertama yang mampu lolos ke Piala Dunia berikutnya (2030) di era modern.
“Kami punya 280 juta alasan baru untuk bangun setiap harinya, dan melakukan apa yang kami lakukan (bermain di hadapan fans). Target kami jelas, kami ingin menjadi generasi pertama di kelompok pria, yang mampu lolos ke Piala Dunia (2030), sehingga pantas dirayakan oleh semua generasi lainnya, baik itu anak-anak, kakek-nenek, dan seterusnya,” ungkap Herdman dalam sesi konferensi pers pasca-laga menghadapi Saint Kitts and Nevis, seperti dilansir dari kanal YouTube SINDOnews, Jumat (27/3/2026).
Untuk dapat mencapai impian itu (lolos ke Piala Dunia 2030), Herdman telah menyiapkan langkah-langkah kecil, yang perlu dilakukan setiap harinya, agar semakin mendekatkan Indonesia kepada tujuan akhir (melaju ke Piala Dunia).
“Kita terus bekerja keras untuk mencapai tujuan itu (lolos ke Piala Dunia 2030). Semua yang kita lakukan adalah untuk menuju kesana. Hari ini (kemenangan atas Saint Kitts and Nevis) adalah satu langkah kecil, untuk menetapkan mentalitas kami. Saat kami membuat target empat-nol (hasil pertandingan), lalu clean sheet (tanpa kebobolan), kita mampu menyelesaikannya,” tambah Herdman dengan rasa percaya diri.
Tak lupa Herdman juga berharap agar para fans tetap terus mendukung tim Garuda, apapun hasil yang didapat di atas lapangan. Karena akan ada saatnya timnas Garuda akan mengalami penurunan performa, serta memperoleh hasil yang kurang memuaskan (imbang/kalah) di laga-laga berikutnya.
Karena naik-turunnya sebuah tim adalah sesuatu yang normal dalam permainan sepakbola. (*)



