Mabur.co- Kasus campak saat ini tengah naik di Indonesia. Belakangan ini, penyakit campak kembali jadi perhatian karena jumlah kasusnya terus meningkat.
Bahkan, saat ini Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus campak tertinggi kedua di dunia.
Belum lama ini, seorang anak bernama Aminatu Zahra yang masih berusia satu tahun meninggal dunia akibat campak.
Sang Bunda yang bernama Umaya, menceritakan kondisi putrinya sebelum meninggal dunia.
Ia menyebut sang anak sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit.
“Sudah dibawa ke RSUD Sumekar dan sempat kejang, lalu tidak bisa membuka mata sampai akhirnya meninggal,” tutur Bunda dari Aminatu Zahra, Umaya, dikutip dari akun Instagram @kemenkes_ri.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (4/3/2026), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen).
Sementara pada 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen).
Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular sehingga memerlukan kewaspadaan dan respons cepat.
“Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Karena itu, setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu,” ujar dr. Andi.
Peningkatan kasus campak juga dilaporkan di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat, yang turut meningkatkan risiko penularan lintas negara.
Indonesia juga menerima notifikasi International Health Regulations (IHR) terkait kasus campak pada warga negara asing asal Australia yang sempat melakukan perjalanan dan tinggal sementara di Indonesia.
Seluruh kasus tersebut telah dinyatakan sembuh, dan koordinasi lintas negara terus dilakukan. ***



