Kisah Kedekatan 8 Presiden RI pada Buku, Jokowi Paling Unik - Mabur.co

Kisah Kedekatan 8 Presiden RI pada Buku, Jokowi Paling Unik

Mabur.co – Sejarah mencatat delapan presiden Indonesia mulai dari Sukarno hingga Prabowo ternyata memiliki kedekatan yang berbeda-beda dengan buku.

Meski kegemaran membaca buku kerap disebut sebagai cerminan Intelektualitas dan wawasan seseorang, namun nyatanya tak semua presiden Indonesia memilikinya. 

Lalu siapa sajakah presiden Indonesia yang ternyata tak terlalu suka membaca buku? Dan, buku-buku seperti apa yang mereka baca?

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (23/4/2026), berikut gambaran kedekatan 8 presiden Indonesia terhadap buku yang membentuk intelektualitas mereka.

1. Sukarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai buku. Kegemarannya membaca sudah terlihat saat ia tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto bapak pergerakan Indonesia.

Dari buku-buku di rumah Tjokroaminoto itulah Soekarno muda, bisa melalap habis berbagai buku-buku penting di dunia dalam berbagai bahasa.

Buku karya tokoh-tokoh besar dunia seperti Dante Alighieri, Karl Marx, hingga Jean-Jacques Rousseau menjadi santapan sehari-hari Sukarno. 

Tak heran ia pun dikenal memiliki intelektualitas tinggi serta wawasan luar biasa hingga mampu melahirkan gagasan-gagasan besar untuk Indonesia. 

Selain gemar membaca, sejak muda Sukarno juga dikenal sangat produktif dalam menulis baik itu dalam bentuk buku maupun artikel di berbagai media masa. 

Salah satu buku Sukarno paling terkenal adalah ‘Indonesia Menggugat’ yang ia tulis saat sedang berada di penjara.

2. Soeharto

Berbeda dengan Sukarno yang gemar membaca, Presiden kedua RI Soeharto justru dikenal tidak terlalu suka membaca buku. Jenderal bintang 5 ini diketahui lebih suka membaca koran, majalah, ataupun laporan ringkas dari stafnya.

Meski begitu, melalui sejumlah kebijakan yang dibuatnya, Soeharto tercatat sebagai presiden Indonesia yang berperan besar dalam menurunkan angka buta huruf secara signifikan di Indonesia.

Semasa hidup Soeharto sendiri diketahui belum pernah menulis buku. Berbagai pandangan dan pemikirannya selama ini lebih banyak terbukukan melalui penulis lainnya.

3. B.J. Habibie

Sama seperti Sukarno, Presiden ketiga Indonesia ini dikenal sangat gemar membaca. Baginya membaca merupakan kebutuhan wajib setiap harinya.

Dengan minat baca luar biasa tinggi, B.J. Habibie bahkan rutin menghabiskan waktu sekitar 7,5 jam per hari untuk membaca.

Meski membaca berbagai jenis buku sains dan teknologi, Habibie pernah menyebut salah satu buku favoritnya adalah ‘Mengelilingi Dunia dalam 80 Hari’ karya Jules Verne, hadiah dari ayahnya.

Tak hanya gemar membaca, B.J Habibie juga hobi menulis berbagai jurnal maupun buku.

Salah satu bukunya yang terkenal adalah ‘Detik-Detik yang Menentukan’ dan ‘Habibie & Ainun’, yang menggambarkan pemikiran serta perjalanan hidupnya.

Presiden B.J. Habibie diketahui juga memiliki perpustakaan pribadi di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIN, Jakarta Selatan.

Di perpustakaan Habibie Ainun tersebut terdapat banyak koleksi buku dengan berbagai bahasa yang menemani perjalanan intelektual seorang B.J. Habibie.

4. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

Presiden keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dikenal sebagai seorang gila baca. Sejak muda, ia sudah biasa menelan berbagai macam buku baik itu filsafat, sastra, politik, hingga agama.

Kegemaran Gus Dur membaca buku tak bisa dilepaskan dari lingkungan keluarganya yang juga memiliki budaya membaca sangat tinggi.

Selain buku-buku kitab agama, karya-karya dari Hemingway, Tolstoy, Kafka, hingga Karl Marx juga menjadi bagian dari bacaannya sehari-hari. 

Tak heran Gus Dur yang merupakan lulusan universitas Al Azhar Kairo dan universitas Bagdad, Irak itu dikenal memiliki intelektualitas tinggi serta wawasan luar biasa.

Selain membaca, Gus Dur juga aktif menulis. Karya-karyanya banyak menghiasi koran-koran, majalah hingga toko-toko buku.

Salah satu bukunya yang terkenal adalah ‘Tuhan Tidak Perlu Dibela’ dan ‘Islam Kosmopolitan’ yang menunjukkan kedalaman pemikirannya.

5. Megawati Soekarnoputri

Mirip seperti Soeharto, presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dikenal tidak terlalu suka membaca buku. Ia justru lebih suka membaca koran dan majalah.

Meski begitu, Megawati kerap mendorong generasi muda agar memilki kebiasaan membaca buku seperti yang dimiliki ayahnya Sukarno.

Sampai saat ini Megawati juga dikenal hampir tidak pernah menulis buku. Buku-buku terkait dirinya lebih banyak berisi kumpulan pidato ataupun pemikirannya yang dibukukan oleh orang lain.

6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), adalah pecinta buku sejati. Ia memiliki koleksi lebih dari 16.000 judul buku dari berbagai cabang ilmu di perpustakaan pribadi di rumahnya Cikeas.

Sejak muda, SBY diketahui rajin membaca buku. Bahkan saat bertugas di militer dan melakukan perjalanan dinas, SBY juga selalu rajin membeli buku untuk bahan bacaan setiap hari. 

Saking cintanya pada buku, pada tahun 2006, SBY bahkan mencanangkan gerakan pemberdayaan perpustakaan, serta mencanangkan peluncuran website perpustakaan para Presiden Indonesia. 

Selain gemar membaca, SBY juga aktif menulis buku dan opini. Beberapa karyanya yang telah dibukukan mencakup berbagai topik mulai dari memoar, pemikiran politik, hingga seni kepemimpinan serta kumpulan puisi.

7. Joko Widodo

Presiden ketujuh, Joko Widodo (Jokowi), memiliki kebiasaan membaca yang unik serta lain dari kebanyakan presiden Indonesia umumnya. 

Ia sering disebut-sebut gemar membaca sejak kecil. Namun buku yang dibacanya lebih banyak adalah komik, dongeng dan cerita rakyat. Di antaranya seperti Gundala Putra Petir, Kho Ping Hoo hingga cerita wayang Semar dan Petruk.

Saat menjadi presiden dan melakukan kunjungan kerja, Jokowi pernah menunjukkan kepada wartawan saat ia menyempatkan mampir ke toko buku untuk membeli buku. 

Buku itu merupakan novel, karangan Dewi Lestari berjudul ‘Intelegensi Embun Pagi’ dan buku ‘Asal Usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe’ karya Zainuddin.

8. Prabowo Subianto

Presiden ke delapan, Prabowo Subianto, dikenal sebagai seorang pecinta buku sejak masih muda. Ia bahkan memiliki perpustakaan pribadi di Hambalang yang menjadi tempat favoritnya menghabiskan waktu.

Sama seperti SBY yang berkarir di Militer, Prabowo dikenal banyak membaca berbagai jenis buku, mulai dari sejarah, militer, ekonomi, hingga filsafat. Baginya buku merupakan jendela untuk mengetahui dunia.

Kecintaan Prabowo pada buku tak lepas dari pengaruh keluarganya yang juga sangat dekat dengan buku. Ayahnya merupakan seorang profesor di universitas. Sehingga bagi keluarganya buku merupakan sarana rekreasi, hiburan, dan pembelajaran.

Dalam satu kesempatan Prabowo pernah mengungkapkan sejumlah tokoh penulis favoritnya, seperti Alexander Dumas, Sir Walter Scott hingga Paulo Coelho. 

Ia juga pernah mengaku bahwa salah satu buku yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah buku berjudul ‘Warrior of the Light’ karya Paulo Coelho. (Berbagai sumber) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *