Mabur.co – Di tengah situasi bangsa Indonesia yang semakin tidak menentu, khususnya sejak terpilihnya Prabowo Subianto sebagai presiden pada Oktober 2024 lalu, mantan Cawapres nomor urut 3 dalam kontestasi pemilu 2024, Mahfud MD, tetap optimis bahwa masa depan Indonesia akan tetap baik-baik saja, dan tetap mampu mewujudkan cita-cita pendiri bangsa (Soekarno dan kawan-kawan).
Sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4, yakni membentuk negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Berbagai persoalan yang kerap melanda negeri ini, mulai dari masalah KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), kerusakan lingkungan, birokrasi yang lambat dan berbelit-belit, hingga yang terbaru adalah soal MBG (Makan Bergizi Gratis), ketersediaan lapangan kerja, serta penurunan angka pernikahan, barangkali telah membuat publik merasa putus asa atau bahkan frustrasi, terhadap kondisi Indonesia di masa depan.
Apalagi ketika menyongsong proyek “Indonesia Emas 2045”, seperti yang pernah dicanangkan oleh mantan Presiden Jokowi beberapa tahun lalu.
Namun di tengah berbagai ketidakpastian itu, Mahfud MD tetap berusaha meyakinkan publik, bahwa semua itu adalah tantangan yang harus dihadapi oleh manusia, termasuk umat muslim, sebagai bentuk kecintaannya terhadap bangsa dan negara.
“Pesan saya adalah jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Karena Indonesia pasti akan terus maju, dan kemajuan itu akan berjalan linear. Tugas kita semua adalah untuk mempercepat kemajuan itu,” ucap Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan bertema “Keadilan yang Dirindukan, Pilar Peradaban yang Hilang” berlangsung di Plaza Masjid Jogokariyan, Jumat (27/2/2026).
Lebih lanjut, mantan Menkopolhukam ini juga turut mengajak jemaah yang hadir dalam Dialog Kebangsaan tersebut untuk senantiasa mengawasi setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, sebagai bagian dari proses berdemokrasi yang sehat dan berkeadilan.
“Setiap tata pemerintahan pasti memiliki kesalahan, dan mari sama-sama kita kritik, agar bisa membangun peradaban publik maupun akhlak publik. Jangan hanya sendiri di tempat ibadah seperti ini saja. Karena kita punya tanggung jawab sosial, politik, dan sebagainya, agar Indonesia yang kita cintai ini bisa maju bersama-sama,” sambung Mahfud MD.
Baginya, setiap orang bisa turut ambil bagian dalam proses memajukan sebuah bangsa, sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing, tanpa harus menjadi bagian dari pemerintahan. (*)



