Akui Pernyataannya Hoaks, Siswa SMA Muga Yogyakarta Minta Maaf ke Publik - Mabur.co

Akui Pernyataannya Hoaks, Siswa SMA Muga Yogyakarta Minta Maaf ke Publik

Mabur.co – Siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Bayu Elnino, mengakui bahwa dirinya telah mengarang cerita, terkait klaim bahwa ia dilengserkan dari jabatan Ketua OSIS di sekolahnya, akibat menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengakuan itu ia sampaikan melalui video klarifikasi yang diunggah pada Senin (6/4/2026).

Dalam pernyataannya, Bayu menegaskan bahwa informasi yang sebelumnya ia sebarkan tidaklah benar.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah menjabat sebagai pengurus organisasi di sekolah, apalagi sebagai Ketua OSIS.

“Pertama, di SMA kami tidak ada yang namanya organisasi OSIS. Kedua, saya tidak menjabat atau tidak mengikuti organisasi apa pun,” ujar Bayu.

Di lingkungan sekolah Muhammadiyah, organisasi kesiswaan memang menggunakan nomenklatur IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), bukan OSIS.

Sementara Ketua PR (Pimpinan Ranting) IPM SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Syifa, sebelumnya juga menegaskan bahwa Bayu tidak pernah tercatat sebagai pengurus periode 2024/2025.

Selain membantah klaim pelengseran, Bayu juga menyatakan tidak pernah mendapat tekanan akibat sikap kritis terhadap program MBG.

Ia justru mengaku sebagai salah satu penerima manfaat program tersebut.

“Tidak benar adanya pelengseran atau kudeta sama sekali. Serta tidak ada surat keputusan pemberhentian apa pun terkait diri saya,” tambah Bayu.

Atas kegaduhan yang ditimbulkan, Bayu pun menyampaikan permintaan maaf kepada Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelum video klarifikasi itu muncul, pihak sekolah juga telah membantah narasi yang disampaikan oleh Bayu, dalam video viral yang diunggah di akun X.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Muflikh Najib, menegaskan bahwa Bayu bukan Ketua OSIS maupun Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

“Jujur untuk Mas Bayu sendiri. Dia itu bukan Ketua OSIS, bukan Ketua IPM. Mas Bayu sekarang posisinya kelas 12, sementara kepengurusan saat ini dipegang oleh kelas 11. Jadi tidak ada itu istilah dilengserkan atau dipecat, karena memang tidak menjabat,” tegas Najib.

Najib juga menyebut pihak sekolah telah memanggil Bayu untuk dimintai keterangan.

Dalam pertemuan itu, Bayu mengakui bahwa narasi yang ia sampaikan, termasuk yang beredar melalui akun X @regar_op0sisi, tidak sesuai dengan kenyataan, alias hoaks. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *