Mabur.co — Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo diprediksi akan dipadati sebanyak 259.491 pemudik selama masa libur Lebaran tahun 2026 ini.
General Manager YIA, Ruly Artha, mengatakan peningkatan atau lonjakan jumlah penumpang sendiri sudah mulai terasa sejak akhir pekan ini seiring dimulainya masa libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Selama periode angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan ada 259.491 penumpang yang melewati YIA, dengan rata-rata sekitar 14.416 penumpang per hari,” ujar Ruly.
Jumlah tersebut tercatat mengalami kenaikan sekitar 2,2 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025 lalu atau tahun sebelumnya.
Menurut Ruly, puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi dua kali, yakni pada akhir pekan ini (Jumat–Sabtu) serta pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Pada periode tersebut, jumlah pergerakan penumpang diprediksi menembus 15.000 orang per hari. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 16.000 orang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai yang beroperasi di YIA telah menyiapkan 158 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode libur Lebaran.
Selain itu, pengelola bandara juga membuka Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik. Posko tersebut mulai beroperasi sejak Jumat (13/3/2026) dan akan berlangsung hingga 30 Maret 2026.
Sebanyak 641 personel diterjunkan selama masa operasional posko. Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Basarnas, BMKG, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Di sisi lain, faktor cuaca ekstrem juga menjadi perhatian selama periode libur Lebaran tahun ini. Hal tersebut berkaitan dengan masa peralihan musim dari penghujan menuju kemarau yang berpotensi memicu curah hujan tinggi, angin kencang, hingga petir.
Karena itu, pihak bandara akan berkoordinasi secara intensif dengan BMKG, pilot, serta AirNav Indonesia untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga.


