Rendahnya Tingkat Kepatuhan Platform Meta terhadap Regulasi Nasional - Mabur.co

Rendahnya Tingkat Kepatuhan Platform Meta terhadap Regulasi Nasional

Mabur.co- Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti peringatan keras yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, terhadap platform Meta, seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Hal terkait dengan upaya membendung gelombang judi online, disinformasi atau hoaks, fitnah, dan kebencian (DFK).

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Meta di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menkomdigi, mengatakan, pemerintah menegaskan bahwa perusahaan platform digital yang beroperasi di Indonesia wajib mematuhi aturan yang berlaku guna menjaga ruang digital yang aman bagi masyarakat.

“Saya meminta Meta meningkatkan transparansi terkait algoritma, moderasi konten, serta kepatuhan terhadap regulasi digital yang berlaku di Indonesia. Kenapa bagi isu-isu tertentu, self censorship dilakukan,” kata Meutya, sebagaimana dilansir dari postingan TikTok resminya, @duniameutya, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Meutya memberikan peringatan keras atas rendahnya tingkat kepatuhan Meta terhadap regulasi nasional. 

Berdasarkan data pemantauan pemerintah, tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan konten judi online dan DFK di Indonesia berada di angka yang sangat rendah, yaitu hanya 28,47 persen.

Terkait hal itu, Meutya menyayangkan langkah Meta yang dinilai cepat membersihkan konten terkait Palestina, namun lemah saat memberantas gelombang konten DFK.

“Tapi kalau urusan Palestina, langsung hilang. Apa keberpihakan terhadap pengguna kita (informasi jumlah pengguna) itu juga kita tidak pernah dapat, kenapa tidak bisa terbuka,” tegas Meutya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkomdigi memastikan, Meta merupakan salah satu platform dengan kepatuhan terendah di antara platform media sosial lainnya yang beroperasi di Indonesia.

Meutya menilai, ketidakcekatan Meta dalam memoderasi konten digital telah membawa dampak fatal di tengah masyarakat.

“Konten DFK ini mengancam nyawa masyarakat Indonesia tapi Meta bisa dengan santai membiarkan,” ungkapnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *