Ketua BEM UGM: Jokowi Alumni Terburuk UGM - Mabur.co

Ketua BEM UGM: Jokowi Alumni Terburuk UGM

Mabur.co – Jika selama ini Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, hanya mengkritik sosok Presiden Prabowo beserta kebijakan-kebijakannya, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kini ia juga ikut mengkritik mantan-mantan presiden lainnya, yang sebelumnya pernah memimpin Indonesia di masa lalu.

Salah satu yang tak luput dari perhatian Tiyo adalah presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

Meskipun sama-sama berasal dari kampus UGM, Tiyo tak segan-segan mengkritik Jokowi di hadapan publik, seperti halnya ia mengkritik presiden ke-8 saat ini yaitu Prabowo Subianto.

Bahkan, Tiyo dengan tegas menyebut bahwa Jokowi adalah alumni terburuk yang pernah dimiliki oleh UGM.

Lantaran ia telah membawa nama UGM ke dalam citra yang buruk, apalagi dengan permasalahan ijazah yang tak kunjung usai hingga saat ini.

“Kalau menurut BEM UGM, Jokowi adalah alumni (UGM) paling memalukan,” ucap Tiyo seperti dilansir dari kanal YouTube Owrite, Sabtu (21/3/2026).

Menurut Tiyo, ungkapan itu tidak datang begitu saja, mengingat kualitas demokrasi di Indonesia semakin merosot tajam setelah Jokowi mengambil alih kekuasaan dari SBY pada 2014 lalu.

“Jadi ada semacam “pemberhalaan figur” (sosok yang begitu diagung-agungkan oleh rakyatnya), yang itu jelas berbahaya betul bagi kelangsungan demokrasi. Dan sayangnya tren itu kemudian menyebar dan terdesentralisasi sampai hari ini (dengan meloloskan anaknya yang belum “cukup umur” untuk menjadi Walikota Solo dan juga Wakil Presiden RI),” tambah Tiyo.

Bagi Tiyo, sosok yang “terlihat sempurna” seperti Jokowi juga cenderung berbahaya bagi kelangsungan demokrasi. Karena hal itu akan membuat orang merasa bahwa sosok seperti itu tidak akan pernah melakukan kesalahan sedikitpun, selalu benar, dan seterusnya.

Apalagi ketika “kemasan” yang ditampilkan adalah kesederhanaan (termasuk wajah ndeso), serta gaya kepemimpinan yang dianggap merakyat dan sering blusukan ke daerah-daerah kecil. Sehingga membuat orang lupa bahwa Jokowi tetaplah manusia biasa, dan sangat mungkin melakukan kesalahan.

Termasuk “kesalahan fatal” dengan memasukkan anaknya ke dalam pemerintahan.

Meskipun pernah menyatakan tidak akan melakukannya, saat pertama kali memperkenalkan ketiga anaknya (Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep) ke hadapan publik pada 2014 lalu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *