Mabur.co – Pihak istana kepresidenan kembali membuat pernyataan yang cukup mengejutkan.
Di tengah berbagai seruan dari para pengamat politik untuk menggulingkan atau memakzulkan presiden Prabowo Subianto maupun Wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, dari status RI 1 maupun RI 2 dalam waktu dekat, pihak Istana melalui Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengaku bahwa data-data yang disampaikan oleh para pengamat adalah keliru, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.
“Di sini saya perlu sampaikan, pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai dengan fakta. Datanya keliru. Bahkan kalau Anda perhatikan, sebagian pesar pengamat itu adalah mereka yang sejak dulu sudah sering membentuk opini publik serta mengkritik pemerintah, bahkan sejak Prabowo masih belum jadi presiden,” tegas Seskab Teddy dalam keterangan pers terbarunya di Istana Kepresidenan, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/4/2026).
Akibat memiliki data-data yang keliru tersebut, menurut Teddy, publik pun akhirnya lebih mempercayai data-data langsung dari pemerintah, yang dipimpin langsung oleh presiden Prabowo Subianto, ketimbang mempercayai para pengamat.
Karena bagi Teddy, pengamat seringkali hanya berasumsi sendiri, namun tidak memiliki dasar argumen yang jelas, terkait ucapan-ucapan yang disampaikan ke hadapan publik.
“Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya terhadap mereka (para pengamat). Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi, ya,” sambung Teddy.
Teddy juga mengatakan bahwa pemerintah siap dikritik oleh rakyatnya sendiri, termasuk juga dikritik oleh para pengamat. Hanya saja, ia berpesan agar kritikan tersebut hendaknya disampaikan dengan cara yang baik, sopan, dan tidak mengarah pada kecemasan, atau situasi-situasi buruk lainnya. (*)


