Usai Bahas Dugaan Kasus Korupsi Pelindo, Ermanto Usman Tewas Mengenaskan di Rumahnya - Mabur.co

Usai Bahas Dugaan Kasus Korupsi Pelindo, Ermanto Usman Tewas Mengenaskan di Rumahnya

Mabur.co – Seorang aktivis buruh sekaligus pensiunan perusahaan layanan bongkar muat peti kemas terbesar di Indonesia, Ermanto Usman (65) tewas mengenaskan di rumahnya Senin (02/03/2026) lalu. 

Pensiun karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) itu ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di kamar rumahnya yang berada di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sementara itu istrinya juga diketahui mengalami luka parah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. 

Diduga Ermanto dan istrinya menjadi korban tindak perampokan, setelah sejumlah barang milik keduanya diketahui hilang seperti gelang emas dan 2 kunci mobil. 

Namun sejumlah pihak menduga ada kejanggalan dalam kasus perampokan yang menewaskan Ermanto Usman ini. 

Dikutip dari CNN, serta Tribunnews, semasa hidupnya, Ermanto memang dikenal sebagai pribadi yang sangat vokal dan kritis. 

Selain kerap menyampaikan aspirasi serikat buruh hingga beberapa kali dipecat, ia juga aktif menyampaikan pandangan terkait berbagai persoalan dalam pengelolaan pelabuhan.

Beberapa waktu sebelum kejadian, ia sempat membahas dugaan permasalahan kerja sama pengelolaan terminal pelabuhan antara Pelindo dengan perusahaan Hutchison Port Holdings yang berbasis di Hong Kong dalam podcast YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025. 

Datang sebagai narasumber dalam program Madilog berjudul ‘Pelindo Boneka PT Hutchinson (Hongkong).

“Ada pemerintah di atas pemerintah itu,” Ermanto mengungkapkan adanya dugaan korupsi yang melibatkan tokoh besar di republik ini. 

Dalam pembahasan tersebut disebutkan bahwa audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian negara sekitar US$360 juta atau setara Rp4,08 triliun yang berkaitan dengan kontrak baru antara PT Pelindo II dengan perusahaan Hongkong PT Hutchison Holdings.

“2021 dan 2022 prosesnya 2021 kepemimpinan Arif Suhartono dan menteri BUMN Erick Thohir. Kakak Erik sebagai brokernya, dia yang melobi pertama dirut pelindo, ada bukti kita sih,” ujar Ermanto dalam potongan podcast tersebut sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Dikenal sangat berani, Ermanto juga diketahui pernah mendorong pemerintah untuk melakukan pembenahan di tubuh Pelindo, termasuk melakukan audit investigasi menyeluruh serta pengusutan dugaan tindak pidana korupsi.

Anehnya tak berselang lama setelah tampil di podcast tersebut, Ermanto pun tewas setelah diduga menjadi korban perampokan sadis di rumahnya.

Pihak keluarga sendiri menilai kematian Ermanto  tidak semata-mata disebabkan oleh aksi yang biasa saja.

Karena itu mereka pun menuntut pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus dugaan perampokan hingga menewaskan Ermanto ini.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, juga turut menyoroti peristiwa dugaan perampokan yang mengakibatkan Ermanto tewas ini.

Rieke bahkan meminta aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap kasus tersebut secara jelas.

Sebab menurutnya, tidak menutup kemungkinan, adanya kejadian tersebut berkaitan dengan upaya untuk membungkam seseorang dalam hal ini Ermanto selama ini selalu menyuarakan dugaan korupsi di sektor pelabuhan.

Rieke pun mendesak agar jajaran Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas, termasuk menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain di balik kejadian tersebut.

Sayangnya sebagaimana dikutip Kompas, pihak Kepolisian mengaku mengalami sejumlah kendala untuk mengungkap kasus tersebut. 

Hal itu dikarenakan minimnya petunjuk seperti tidak adanya kamera CCTV baim di dalam ramah maupun lingkungan sekiar TKP yang merekam sosok pelaku. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *