Mabur.co – Satu lagi masyarakat sipil yang terkena teror atau ancaman, setelah kedapatan mengkritik pemerintah, terutama presiden Prabowo Subianto.
Connie sendiri diketahui mengkritik apa yang dilakukan oleh presiden Prabowo, usai mengirimkan para prajurit TNI ke Lebanon, yang merupakan salah satu negara yang ikut terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah.
Alih-alih menjadi juru damai atau sanggup mendamaikan perang, tiga orang prajurit justru harus gugur di Lebanon, usai pos penjagaan permanen dan konvoi logistik UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) tempat mereka bertugas terkena serangan, dalam insiden saling serang artileri yang meningkat di Lebanon Selatan.
Connie pun lantas mengkritik presiden Prabowo pada Rabu (1/4/2026).
Melalui akun instagram pribadinya @profconnierahakundinibakrie, ia menyatakan bahwa Indonesia seharusnya tidak perlu ikut campur urusan perang di Timur Tengah. Apalagi dengan sok-sokan mengirimkan prajurit TNI ke wilayah perang.
Selang beberapa hari kemudian, Connie kembali mengunggah postingan di akun instagramnya, dan menyatakan bahwa setelah ia mengkritik presiden Prabowo secara terbuka, akunnya tiba-tiba diserang oleh buzzer-buzzer tak dikenal, yang bahkan dicurigai sebagai mesin atau robot, lantaran bisa muncul secara otomatis setelah postingan kritikan itu muncul ke hadapan publik.
“Pak Presiden (Prabowo), ini aku cuma mau ngasih tahu aja ya pak (Prabowo). Aku tuh udah cek (akun Instagram pribadi), soalnya banyak yang nyerang aku tuh bukan buzzer-buzzer biasa. Udah kayak robot, udah mesin gitu loh. Jadi blasting-nya itu cepat sekali, dengan terus memberi tag seolah-olah aku tuh profesor hoaks pak presiden,” ungkap Connie di akun Instagram pribadinya, sebagaimana dilansir dari laman Tribun Sumsel, belum lama ini.
Lebih lanjut Connie berharap agar Prabowo tidak bersifat seolah-olah sebagai “raja”, yang anti kritik terhadap suara-suara dari masyarakat sipil seperti dirinya.
“Saya tuh perhatiin, setiap kali saya mengkritik atau memberi masukan untuk bapak (Prabowo). Boleh dong presiden dikoreksi, emangnya bapak itu raja? Kan No King (tidak ada istilah raja dalam negara demokrasi seperti Indonesia). Jangan sampai ke depannya terjadi gerakan No King ini ya pak (gerakan yang seolah-olah presiden tidak berhak dikritik oleh siapapun, apalagi rakyatnya sendiri). Gara-gara bapak nggak bisa dikoreksi (oleh rakyatnya sendiri),” tambah Connie.
Connie bahkan berani menyebut, bahwa rombongan buzzer yang menyerangnya berasal dari kalangan istana negara, yang notebene merupakan kediaman Prabowo selama menjabat sebagai presiden.
Connie pun lantas bertanya-tanya. Mungkin saja serangan buzzer yang ditujukan kepadanya usai mengkritik presiden, adalah perintah langsung dari Presiden Prabowo sendiri, untuk menyerang siapa pun yang ketahuan mengkritik kebijakan pemerintah di media sosial, termasuk dirinya. (*)



