Yunarto Wijaya: Prabowo adalah Kepala Pemerintahan “Paling Batu” yang Pernah Ada - Mabur.co

Yunarto Wijaya: Prabowo adalah Kepala Pemerintahan “Paling Batu” yang Pernah Ada

Mabur.co – Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, memiliki penilaian tersendiri terhadap kinerja Prabowo Subianto selama menjadi presiden di Republik Indonesia sejak Oktober 2024 lalu.

Menurut Yunarto, Prabowo adalah sosok kepala pemerintahan yang keras, tidak bisa dibantah, bahkan dianggap “berkepala batu”, alias tidak ingin dinasehati oleh siapa pun juga, termasuk oleh rakyatnya sendiri.

Apalagi ketika Prabowo kerap menyebut pengkritiknya sebagai “antek asing”, atau pihak yang dibayar oleh kepentingan asing, membuat Yunarto merasa sosok Prabowo sulit diterima oleh rakyat, termasuk bagi 58% pemilihnya dalam Pilpres 2024 lalu.

“Ada situasi yang menurut saya memang sekarang terasa seperti membentur tembok gitu, ketika kita memberikan kritik (kepada pemerintah), dibandingkan dengan rezim-rezim sebelumnya (Jokowi, SBY, Megawati, dan sebagainya). Indikasinya adalah bahwa sebagai kepala pemerintahan, rezim Prabowo ini adalah rezim ‘paling batu’ ketika ngotot tentang program-programnya,” ucap Yunarto seperti dilansir dari kanal YouTube Harian Kompas, Selasa (24/3/2026).

Yunarto mencontohkan ketika publik begitu gencar mengkritik program unggulan presiden yakni MBG (Makan Bergizi Gratis), presiden selalu menyanggah dan memberikan justifikasi terhadap berbagai kritikan tersebut.

“Ketika ada kritik terkait MBG misalnya, kita semua kan tahu reaksinya Prabowo cenderung agak keras. Lalu balik menyindir orang-orang yang mengkritiknya, serta menjustifikasi kritik tersebut dengan menyebut bahwa ‘yang keracunan dari MBG hanya 0,00017%’ dan sebagainya,” tambah Yunarto.

Selain itu, Yunarto juga merasa bahwa setiap program yang dicanangkan Presiden Prabowo seringkali sangat ambisius.

Misalnya dengan menargetkan angka penerima MBG yang begitu besar hanya di tahun pertama (lebih dari 50 juta penerima manfaat), serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah mencapai 80 ribu di seluruh Indonesia.

Hal itu lantas dijadikan “bahan marketing” bagi pemerintah, dan menganggap bahwa program yang mereka lakukan telah “berhasil” mensejahterakan rakyat.

Meskipun kenyataannya tidak seindah angka yang ditampilkan di atas kertas. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *