Mabur.co – Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya kembali bertolak ke luar negeri, kali ini ke benua eropa, tepatnya ke Rusia.
Ada banyak hal yang dibahas oleh presiden Prabowo dalam kunjungannya ke Rusia, terutama terkait hubungan dan kerjasama bilateral antara kedua negara, dalam rangka mencapai tujuan kedaulatan masing-masing negara.
Salah satu yang turut menjadi perhatian Prabowo dan pemerintahan Indonesia adalah bagaimana Rusia menyikapi dampak perang geopolitik yang terjadi di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Meskipun Rusia sendiri juga sebenarnya masih melakukan serangan militer ke wilayah Ukraina, bahkan sampai saat ini.
“Saya juga datang (ke Rusia) untuk melakukan konsultasi, karena situasi geopolitik dunia mengaami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat, kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini. Jadi kami (pemerintah Indonesia) merasa perlu berkonsultasi dengan Rusia, untuk menghadapi situasi ini ke depannya,” pungkas Prabowo di hadapan presiden Rusia, Vladimir Putin, saat berkunjung di Istana Kremlin, Moscow, Rusia, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Liputan6, Senin (13/4/2026).
Selain untuk berkonsultasi, Prabowo menganggap pertemuan dengan pemerintah Rusia sangatlah penting, untuk dapat mempererat kerjasama bilateral antara kedua negara, sebagai langkah pengamanan kedaulatan wilayah negara masing-masing.
“Kalau bisa kita terus mempererat kerjasama (dengan Rusia), terutama di bidang ekonomi dan energi,” sambung Prabowo.
Tentu saja keberlanjutan kerjasama antara Indonesia dengan Rusia diharapkan akan mampu memberikan dampak signifikan bagi kelangsungan hidup rakyat Indonesia, di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.
Dan jangan sampai, kehadiran Prabowo beserta jajarannya ke negara penjajah alias “antek-antek asing” ini, justru menimbulkan keresahan baru bagi rakyat Indonesia, baik melalui kerjasama yang diputuskan secara tiba-tiba, maupun kebijakan kontroversial lainnya, yang mengatasnamakan kepentingan bangsa dan negara secara keseluruhan. (*)


