Mabur.co – Konflik geopolitik yang semakin meluas antara Iran, Amerika Serikat dan Israel di awal Maret ini, telah memunculkan spekulasi besar terkait masa depan tim nasional sepakbola Iran, yang beberapa bulan lagi akan berlaga di Piala Dunia 2026.
Kebetulan, Amerika Serikat juga merupakan salah satu tuan rumah dari ajang sepak bola empat tahunan tersebut.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mulai mempertimbangkan skenario pembatalan tim nasional mereka, untuk berlaga di Piala Dunia 2026, yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 mendatang.
Ia menyampaikan bahwa peluang Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026 berada dalam kondisi yang belum pasti.
“Dengan situasi yang terjadi hari ini, serta serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Israel, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para pimpinan olahraga yang akan memutuskan hal itu,” kata Taj seperti dilansir dari Marca, Senin (2/3/2026).
Sementara FIFA sebagai induk penyelenggara Piala Dunia 2026, terus berusaha meyakinkan Iran untuk tetap berpartisipasi dalam pesta sepak bola dunia tersebut, mengingat status mereka sebagai juara grup A di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Ronde 3 beberapa waktu lalu.
Melalui Sekjennya, Mattias Grafstrom, pihaknya tetap ingin agar Iran tampil di Piala Dunia 2026, meskipun tengah menghadapi konflik geopolitik dengan salah satu negara tuan rumah, Amerika Serikat.
“Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah tuan rumah (Amerika Serikat, Meksiko, Kanada) seperti yang selalu kami lakukan dalam situasi apa pun,” kata Grafstrom seperti dilansir dari ESPN.
Kemungkinan pembatalan keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 lantas memunculkan pertanyaan baru, siapakah yang kira-kira akan menggantikan mereka sebagai wakil Asia di kompetisi akbar ini.
Sayangnya Bukan Indonesia
Mungkin banyak yang berharap, bahwa Indonesia akan didapuk menggantikan Iran, seandainya mereka batal mengikuti ajang ini pada Juni-Juli 2026 mendatang.
Namun sayangnya, pencinta sepak bola Indonesia harus kembali bermimpi, untuk bisa menyaksikan Jay Idzes dan kawan-kawan tampil di Piala Dunia.
Karena berdasarkan hasil di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Indonesia harus terhenti di Ronde ke-4, dan menempati posisi juru kunci di grup B, akibat menelan kekalahan dari Arab Saudi dan juga Irak.
Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) adalah dua tim yang menempati posisi runner-up di kualifikasi ronde ke-4, dan sempat bertanding di kualifikasi Piala Dunia ronde 5 beberapa bulan lalu.
Dalam dua pertandingan yang berlangsung pada November 2025 lalu, Irak sukses menumbangkan UEA dengan agregat 3-2.
Hasil ini memastikan Irak akan bertemu pemenang kualifikasi zona interkontinental, yang mempertemukan Bolivia dan Suriname.
Artinya di atas kertas, hanya Irak atau UEA saja yang mampu menggantikan Iran, seandainya skenario pembatalan itu benar-benar terjadi.
Atau mungkin, terjadi skenario yang lebih menyakitkan, dan tentu saja tidak diharapkan, yakni batalnya pelaksanaan Piala Dunia 2026 di seluruh tiga negara tuan rumah, baik Amerika Serikat, Meksiko, maupun Kanada.
Apabila konflik semacam ini masih terus berlangsung hingga mendekati waktu pelaksanaan turnamen. (*)



