Mabur.co- Perang Amerika Serikat dengan Iran kini semakin memanas, apalagi telah terjadi kematian yang menelan pimpinan tertinggi Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenei.
Ulama berusia 86 tahun yang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan gabungan Amerika dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 di kompleks kediamannya Teheran.
Tak tinggal diam, warga Amerika Serikat justru beramai-ramai turun ke jalan untuk menunjukkan kemarahannya terhadap peristiwa tersebut, lantaran keselamatan mereka kini terancam akibat peperangan itu.
Sebuah video di media sosial pun muncul memperlihatkan kondisi Amerika Serikat (AS) setelah aksi Donald Trump yang menyerang tiga situs nuklir Iran.
Dikutip dari akun Instagram @wrongarea, Sabtu (7/3/2026) dalam video tersebut warga AS beramai-ramai turun ke jalan untuk mengungkapkan amarahnya.
Aksi tersebut disebut terjadi setelah Donald Trump mengklaim telah menyerang tiga situs nuklir Iran.
Alih-alih menunjukkan dukungan, dalam video itu terlihat warga justru meluapkan kemarahan mereka dengan menggelar demonstrasi besar-besaran.
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa warga berkumpul untuk memprotes Donald Trump dan pemerintahannya.
“Selamat pagi, San Diego. Amerika sedang marah, kawan. Ini Waterfront Park di gedung daerah di San Diego, California,” ujar pria ini dari lantai atas
Pria dalam video juga menyampaikan permintaan agar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk pergi.
Ia menekankan agar tidak membawa nama Amerika Serikat dalam keterlibatan konflik Israel-Iran.
Demonstran disebut tidak setuju dengan langkah yang diklaim sebagai serangan terhadap tiga situs nuklir Iran. ***



