Mabur.co- Suasana hangat dan kerinduan warga Yogyakarta untuk bersilaturahmi dengan pimpinannya akan kembali terobati pada momen syawalan Idulfitri 1447 H tahun ini.
Lebaran tahun ini terasa sedikit berbeda. Pemerintah Daerah DIY memutuskan tidak menggelar open house Gubernur dan Wakil Gubernur seperti biasanya.
Sebagai gantinya, disiapkan acara silaturahmi yang lebih sederhana dan terbuka untuk masyarakat umum di Kompleks Kepatihan, Senin (30/3/2026).
Bukan tanpa alasan. Selain efisiensi anggaran, konsep tahun ini juga diubah agar lebih “membumi”. Tidak ada lagi prasmanan besar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai gantinya, Pemda DIY menghadirkan sekitar 70 gerobak UMKM mulai dari angkringan, soto, hingga aneka jajanan yang bisa dinikmati warga secara gratis.
Acara ini akan berlangsung terbatas, hanya dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa perubahan konsep hidangan ini tidak mengurangi esensi dari acara silaturahmi tersebut, melainkan justru menghidupkan ekosistem usaha kecil di Yogyakarta.
Pada prinsipnya ini adalah momen pimpinan daerah bertemu dengan rakyat dan relasinya.
“Besok kami akan menyediakan menu angkringan, ada sekitar 70 angkringan. Kami melibatkan UMKM untuk penyediaannya,” katanya, Jumat (27/3/2026).
Ni Made menjelaskan, kehadiran 70 gerobak angkringan yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung yang dirasakan oleh warga, menjadikan momen Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga kolaborasi sosial ekonomi.
“Meski acara ini tetap mengusung semangat keterbukaan untuk masyarakat luas, pihak panitia perlu melakukan penyesuaian waktu penyelenggaraan,” katanya.



