Mabur.co – Kabar duka datang dadi Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Seekor anak harimau Benggala dilaporkan mati pada Selasa 24 Maret 2026 kemarin.
Anak harimau bernama Hara yang baru berusia 8 bulan itu diketahui mati akibat terkena virus Feline panleukopenia yang sering ditemui pada keluarga kucing besar.
Dikutip dari Tempo, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, membantah kabar yang menyebut kematian anak harimau itu terjadi karena kurangnya perawatan.
“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya,” ujarnya.
Sementara itu, satu ekor anak harimau lainnya yang juga terkena virus, hingga saat ini dilaporkan masih dalam perawatan intensif oleh tim dokter.
Farhan sendiri menyebut bahwa kedua anak harimau itu bisa terkena virus tersebut karena bawaan sejak lahir dari induknya.
Serangan virus Feline panleukopenia sendiri diketahui kerap menyerang harimau dan menyebabkan penurunan drastis jumlah sel darah putih. Akibatnya, kondisi tubuh harimau bisa menjadi sangat lemah.
Virus ini menjadi momok bagi anakan harimau karena biasanya anak harimau yang baru saja lahir, belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus ini.
Hal ini berbeda dengan harimau dewasa yang telah memiliki daya tahan terhadap virus Feline panleukopenia sehingga tidak mudah rentan.
Jajaran pengelola sendiri dilaporkan telah melakukan upaya penanganan dengan memisahkan dan mengarantina seluruh anak harimau dari induknya.
Selain itu pemerintah Kota Bandung bersama tim dokter hewan kini terus memantau secara ketat perkembangan anak harimau yang masih hidup.
Berdasarkan laporan terbaru, kondisinya kini mulai membaik.



