Imlek dan Lumpia, Blasteran yang Sempurna

Saat merayakan Imlek, salah satu kuliner yang ditunggu untuk dinikmati secara istimewa adalah lumpia.

Dari instagram kancabudaya dijelaskan, dalam perayaan hari raya masyarakat etnis Tionghoa di Nusantara, memang begitu lekat dengan kuliner khas lumpia.

Ada beberapa hidangan khas dari Tionghoa yang sering dijumpai pada perayaan Imlek.

Salah satu yang spesial adalah lumpia. Rasanya gurih.

Dalam balutan tepung berisi daging dan aneka bumbu dengan irisan kecil beberapa jenis sayur. Ada wortel, rebung, dan dicampur telur, misalnya.

Di antara beberapa jenis lumpia yang ada di Indonesia, yang paling populer adalah Lumpia Semarang.

Ternyata, lumpia khas Semarang tersebut lahir dari resep milik pasangan suami istri yang berbeda etnis. Yaitu seorang imigran dari Tiongkok, Tjoa Thay Yoe, dan Wasih dari etnis Jawa.

Keduanya bertemu saat sama-sama berjualan lumpia di Pasar. Masakan lumpia mereka ternyata juga berhasil memenangkan lomba kuliner masakan Cina pada 1880.

Perlombaan itu diadakan oleh Kong Koan, perkumpulan elit Cina peranakan, saat merayakan Cap Go Meh di Semarang.

Pada 1920 Tjoa Thay Yoe meninggal dunia. Usaha lumpia diteruskan dari generasi ke generasi anak keturunannya hingga kini.

Pada 2014 lumpia Semarang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *