Rowo Jombor, Waduk yang Disulap Jadi Ikon Wisata Berkesan - Mabur.co

Rowo Jombor, Waduk yang Disulap Jadi Ikon Wisata Berkesan

Mabur.co– Di Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, terdapat sebuah destinasi wisata air yang menawarkan pesona tak terlupakan.

Rowo Jombor, sebuah waduk yang menjulang seluas 198 hektar, telah menjadi ikon pariwisata yang memikat hati wisatawan dari berbagai penjuru.

Dibangun awalnya sebagai solusi untuk menampung air sungai dan mengendalikan banjir, Rowo Jombor kini telah bertransformasi menjadi magnet wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan.

Mengairi sawah saat musim kemarau dan menjadi tempat perikanan yang melimpah, Rowo Jombor telah berhasil menggabungkan fungsinya dengan keindahan dan hiburan bagi pengunjungnya.

Salah satu daya tarik utama di Rowo Jombor adalah kehadiran warung apung yang menjulang di atas air.

Sensasi menikmati hidangan lezat dari ikan air tawar yang beraneka ragam sembari duduk di atas warung apung adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Embusan angin nan sepoi dan pemandangan memukau Rowo Jombor menambah kesyukuran dalam setiap gigitan yang diambil.

Selain itu, pengunjung dapat memilih untuk menelusuri air dengan naik perahu wisata.

Mengelilingi waduk selama 10-15 menit, pengunjung akan terpesona oleh keindahan pemandangan sekitar.

Perahu-perahu wisata yang tersedia menawarkan kursi yang nyaman dan spot selfie yang menarik, memungkinkan pengunjung untuk mengabadikan momen tak terlupakan dengan latar belakang pemandangan Rowo Jombor yang menakjubkan.

Namun, tak hanya kegiatan di atas air yang menarik di Rowo Jombor.

Lanskap alam yang dikelilingi oleh perbukitan yang asri memberikan sensasi kedamaian dan keindahan yang memukau.

Menikmati suasana pagi atau senja di Rowo Jombor dengan cahaya matahari yang memancarkan warna kuning keemasan adalah pengalaman yang tak tergantikan.

Pemandangan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang menjulang di kejauhan memberikan sentuhan magis pada kesempurnaan momen tersebut.

Ketua Paguyuban Perahu Tradisional Rowo Jombor, Sutomo mengungkapkan, peningkatan kepadatan pengunjung mulai terlihat signifikan sejak awal pekan ini.

Hal itu dibuktikan dengan kedatangan wisatawan dari berbagai wilayah.

Seperti Sumatera, Banten hingga wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah seperti Jepara, Kudus dan Karanganyar.

“Banyak yang menggunakan armada bus dan elf. Mereka takjub dengan keindahan alam dan inovasi perahu tradisional kita yang mungkin paling berkembang pesat di Indonesia,” ucapnya, Sabtu (4/4/2026).

Wisatawan, asal Magelang, Warni mengatakan, datang karena sensasi sejuk di tengah cuaca panas menjadi alasan utama warga memilih berwisata ke Rowo Jombor.

“Saya menyarankan, waktu terbaik untuk menikmati panorama Rowo Jombor adalah pada sore hari menjelang matahari terbenam. Cuaca lebih teduh dan pemandangan perbukitan sekitar terlihat lebih eksotis,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *