Mabur.co — Momen libur Lebaran, menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pelaku usaha oleh-oleh di Kabupaten Kulon Progo.
Banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman, membuat mereka mengalami banjir pesanan.
Salah satu yang merasakan dampak tersebut adalah produsen bakpia di wilayah Pengasih, Kulon Progo.
Sejak sebelum libur Lebaran tiba, produsen ini mengaku harus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.
Rahmat Sugianto, pemilik usaha Bakpia Pathuk Rahmat, mengungkapkan, di musim libur Lebaran ini ia memproduksi hingga 10.000 dus bakpia kering dan sekitar 1.000 dus bakpia basah setiap harinya.
Jumlah tersebut harus ia penuhi untuk memenuhi peningkatan permintaan yakni dengan cara menambah jumlah tenaga kerja.
“Untuk memenuhi permintaan konsumen saat libur Lebaran, jumlah tenaga kerja kami tambah hingga 80 sampai 100 orang, baik itu dari warga sekitar maupun dari luar daerah,” ujarnya kepada mabur.co.
Rahmat sendiri mengaku memproduksi dua jenis bakpia, yakni bakpia basah dan bakpia kering, dengan berbagai varian rasa.
Produk mereka menjadi salah satu yang cukup diminati di Kulon Progo karena harga yang terjangkau serta kualitas rasa yang bersaing.
Untuk bakpia basah, varian rasa kacang hijau masih menjadi favorit pembeli. Sementara itu, bakpia kering menawarkan lebih banyak pilihan rasa seperti kacang hijau, stroberi, durian, dan cokelat.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp10.000 per dus berisi 10 biji bakpia. Selain melayani penjualan langsung, pemasaran produk juga didukung oleh jaringan agen yang tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga ke Bogor, Jawa Barat.
Salah satu konsumen, Yekti, mengaku rutin membeli bakpia sebagai oleh-oleh saat pulang kampung. Menurutnya, bakpia menjadi pilihan praktis dan disukai banyak orang.
Dengan meningkatnya permintaan di momen libur Lebaran, para pelaku usaha berharap kondisi ini dapat terus mendongkrak penjualan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.



