Mabur.co- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah angkatan bersenjata Iran (Korps Garda Revolusi Islam Iran) meluncurkan gelombang ke-54 operasi “True Promise 4”.
Target yang dibidik jelas Israel dan Amerika. Iran menembakkan sejumlah rudal canggih, termasuk rudal Sejjil untuk pertama kalinya, sejak perang yang dipaksakan dimulai pada akhir Februari.
Dalam operasi tersebut, Iran mengklaim telah menggunakan untuk pertama kalinya rudal strategis Sejjil, salah satu rudal balistik berbahan bakar padat paling canggih yang dimiliki negara itu.
Rudal Sejjil menggunakan bahan bakar padat, dikerahkan untuk pertama kalinya sejak AS dan Israel melancarkan perang agresi terhadap Iran pada 28 Februari, untuk menyerang pusat komando dan kendali rezim Israel serta infrastruktur militer penting.
Dikutip dari The Economic Times, rudal Sejjil yang juga dikenal dengan nama Ashura, merupakan rudal balistik yang ditenagai oleh bahan bakar padat. Bahan bakar padat memberikan keunggulan taktis yang signifikan dibandingkan sistem bahan bakar cair.
Teknologi ini memungkinkan rudal diluncurkan dalam waktu persiapan yang sangat singkat, sehingga meminimalisir risiko terdeteksi atau dihancurkan oleh sistem pertahanan musuh sebelum sempat mengangkasa.
Rudal ini dikatakan sebagai rudal berat jarak jauh y yang dirancang dengan struktur dua tahap dan propelan padat.
Dikembangkan di Iran, Sejjil diklasifikasikan sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM). Dengan perkiraan jangkauan sekitar 2.000 kilometer, rudal ini mampu menyerang target di seluruh Timur Tengah, termasuk Israel.
Serta sebagian Eropa dan Asia. Rudal ini memiliki berat peluncuran sekitar 23,6 ton dan dapat membawa muatan sekitar 700 kilogram.



