Mabur.co – Nama Sara Duterte tengah menjadi sorotan publik internasional.
Wakil Presiden Filipina itu terancam dicopot dari jabatan presiden setelah dituduh menyalahgunakan dana rahasia dan melontarkan ancaman terhadap pejabat tinggi negara.
Komite Kehakiman DPR Filipina telah menyetujui usulan pemakzulan Sara Duterte.
Keputusan ini menjadi tahapan penting dalam proses politik yang berpotensi memengaruhi masa depan karier politik Sara, termasuk peluangnya dalam pemilihan presiden mendatang.
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026), Sara Zimmerman Duterte lahir di Davao City pada 31 Mei 1978.
Ia merupakan putri mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, dan Elizabeth Zimmerman.
Sara menikah dengan pengacara Manases Reyes Carpio dan dikaruniai tiga orang anak. Sebelum berkiprah di dunia politik, ia dikenal sebagai seorang advokat.
Ia mulai masuk ke dunia pada 2007 saat terpilih sebagai Wakil Wali Kota Davao City, mendampingi ayahnya.
Pada 2010, ia menjabat sebagai Wali Kota Davao City, menggantikan Rodrigo Duterte yang telah mencapai batas masa jabatan.
Sara kembali memimpin kota tersebut pada periode 2016 hingga 2022, bertepatan dengan masa kepemimpinan ayahnya sebagai presiden Filipina.
Ia kemudian mencatat sejarah sebagai salah satu wakil presiden termuda di Filipina ketika resmi dilantik pada 30 Juni 2022.
Sara Duterte mendampingi Presiden Ferdinand “Bongbong” Romualdez Marcos Jr yang lebih dikenal Bongbong Marcos, yang merupakan anak dari mantan Presiden Ferdinand E. Marcos dan mantan Ibu Negara Imelda Romualdez-Marcos.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sara menempuh pendidikan terapi pernapasan di San Pedro College, Davao.
Ia kemudian melanjutkan studi hukum di San Beda College dan San Sebastian College-Recoletos di Manila.
Pada 2005, Sara resmi menjadi advokat sebelum akhirnya memasuki dunia politik dua tahun kemudian.
Selain menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina, Sara juga sempat merangkap jabatan sebagai Menteri Pendidikan sejak 2022 hingga mengundurkan diri pada Juni 2024.
Selama menjabat, ia meluncurkan program reformasi pendidikan bertajuk Agenda MATATAG yang berfokus pada penyederhanaan kurikulum, peningkatan fasilitas sekolah, serta kesejahteraan guru dan siswa.
Sepanjang kariernya, Sara Duterte tak lepas dari berbagai kontroversi. Beberapa kebijakannya menuai kritik, termasuk penggunaan anggaran rahasia serta keputusan-keputusan di sektor pendidikan yang dianggap kontroversial.
Kini, tuduhan penyalahgunaan dana dan ancaman terhadap pejabat negara membuat posisinya semakin tertekan, seiring bergulirnya proses pemakzulan di parlemen Filipina.



