Mabur.co – Sebagai salah satu orang yang pernah duduk di pemerintahan (Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Pendidikan), Anies Baswedan tahu betul bagaimana integritas sangat dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia pun menyoroti betapa beratnya tugas Gen Z ke depannya, termasuk pada tahun 2045 mendatang (proyeksi Indonesia Emas 100 Tahun), ketika Gen Z akan menjadi sosok-sosok yang mengemban tugas pengambil kebijakan krusial di negeri ini.
Maka, untuk bisa menjadi seorang pemimpin di masa depan, para Gen Z sangat membutuhkan yang namanya integritas dan juga meritokrasi. Agar tugasnya sebagai pemimpin tidak akan terdistraksi oleh kepentingan apapun di luar kepentingan bangsa dan negara.
“Salah satu masalah yang seringkali membuat anak muda terganggu itu ada dua hal, yaitu integritas yang minim, dan meritokrasi yang absen. Inilah yang membuat dunia internasional enggan masuk ke Indonesia,” sebut Anies dalam Ceramah Tarawih di Masjid Salman ITB, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Senin (16/3/2026).
Menurut Anies, ketika negara gagal membangun integritas dan meritokrasi, setiap anak bangsa akan lari ke luar negeri, yang dianggap lebih menghargai kedua aspek tersebut. Apalagi Indonesia sudah begitu identik dengan istilah koneksi (nepotisme) dalam posisi-posisi penting pengambilan keputusan.
“Kalau dua hal ini tidak dibereskan, maka anak-anak berprestasi di Indonesia tidak akan mau bertahan disini. Karena anak-anak berprestasi pasti akan memilih tempat yang menjunjung integritas dan juga meritokrasi,” tambah Anies.
Anies merasa optimis, masih banyak stok orang baik yang tersebar luas di negeri ini. Hanya saja, banyaknya berita buruk yang dikonsumsi setiap hari, membuat keberadaan orang-orang baik ini seolah tertutupi, sehingga keburukan itu (disintegritas dan nepotisme) seolah menjadi suatu kewajaran, yang kemudian diamini oleh banyak pihak. Sehingga keburukan itu kemudian menjadi “budaya” baru bagi bangsa Indonesia. (*)


