Mabur.co- Puasa Ramadan merupakan ibadah yang dilakukan bukan menggunakan kalender Masehi tetapi menggunakan kalender Hijriah, yang didasarkan pada siklus bulan (sistem lunar).
Tidak seperti kalender Masehi yang ditetapkan dengan jumlah hari yang tetap, tapi kalender lunar lebih pendek sekitar 10 hingga 12 hari.
Sebuah fenomena unik diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030, di mana umat Muslim akan menjalani ibadah puasa Ramadan sebanyak dua kali dalam satu tahun.
Fenomena ini menjadi perhatian karena perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriah.
Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada 2030 bisa ada dua kali Ramadan. Sedangkan
Idulfitri terjadi sekali.
“Tahun 2030 dua kali Ramadan (Januari dan Desember), 1 kali Idulfitri (4 Februari),” kata Thomas dilansir detik.com, Senin (23/3/2026).

Thomas menjelaskan, Ramadan jatuh tanggal 5-6 Januari 2030 dan 26 Desember 2030, sedangkan Idulfitri jatuh tanggal 4 Februari 2030 dan Idulfitri lagi pada 24-25 Januari 2031. Fenomena ini terjadi karena perbedaan tahun Hijriah dan Masehi.
“Karena tahun Hijriah sekitar 354 atau 355 hari. Padahal tahun Masehi 365 atau 366 hari,” tuturnya.
Thomas menuturkan, dari selisih jumlah hari itu, maka ada kemungkinan Ramadan terjadi dua kali dalam setahun.
Salah satu bulan Ramadan 2030 jatuh pada bulan Desember.
“Ketika Ramadan terjadi pada awal Januari, maka Ramadan akan terjadi lagi pada Desember,” ungkapnya. ***



