Mabur.co- Transparansi anggaran negara kembali menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan sepatu siswa untuk program sekolah rakyat yang dikelola oleh Kementerian Sosial.
Berdasarkan data yang beredar, Kemsos mengalokasikan anggaran sekitar Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat pada tahun 2026.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan, harga sepatu yang ramai dibicarakan tersebut merupakan perkiraan pada tahap perencanaan yang berkisar Rp500.000 sampai Rp700.000. Akan tetapi, harga realisasi pembeliannya sekitar Rp250.000 hingga Rp640.000, dan sudah termasuk kaos kaki.
“Hal ini sudah sejalan dengan aturan pengadaan. Pengadaan sepatu untuk program sekolah rakyat tidak sepenuhnya dilakukan secara terpusat oleh kementerian. Pembelian diserahkan kepada masing-masing sekolah,” ujarnya, dilansir BBC News Indonesia, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengingatkan sektor pengadaaan barang dan jasa merupakan area rawan korupsi. KPK turut melakukan pendampingan melalui Direktorat Monitoring terhadap program sekolah rakyat.
“Modus dugaan korupsi kerap kali dilakukan pada tahap rencana pengadaan yang tidak sesuai kebutuhan, misalkan penyalagunaan system e-purchasing penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS), hingga pengaturan pemenang tender pengadaan yang kerap berada di pemangku kepentingan,” ujarnya.
Budi mengatakan, data penindakan KPK periode 2004-2025 mencatat sebanyak 446 dari total 1.782 perkara berkaitan dengan pengadaan.
“Modus perkara menjadi terbesar kedua setelah suap dengan catatan 1.100 perkara,“ ungkapnya.




