Fenomena Pink Moon, Benarkah Bulan Menjadi Pink pada 1 April? - Mabur.co

Fenomena Pink Moon, Benarkah Bulan Menjadi Pink pada 1 April?

Mabur.co- Setiap bulan purnama punya nama, dan April dikenal dengan Pink Moon. Bukan karena warnanya benar-benar merah muda, melainkan karena budaya dan alam yang mengilhami sebutannya.

Mulai dari Wolf Moon di Januari hingga Cold Moon di Desember, nama-nama ini berakar dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara dan para petani Eropa yang mengaitkan fase bulan dengan musim, panen, dan kehidupan sehari-hari.

Di balik cahaya purnama yang memesona, tersimpan kisah-kisah penamaan yang menarik dan sarat makna.

Pink Moon bukan berarti Bulan berwarna merah muda. Nama ini berasal dari tradisi almanak petani di Amerika Serikat, yang menandai bulan purnama April bertepatan dengan mekarnya bunga phlox berwarna merah jambu.

Dalam budaya Barat, Pink Moon juga dikenal sebagai Purnama Paskah karena sering berdekatan dengan perayaan Paskah umat Kristiani dan Pesakh umat Yahudi.

Mengutip dari laman resmi NASA, Senin (30/3/2026), nama Pink Moon berasal dari tahun 1930-an. Saat itu, Old Farmer’s Almanac mulai menerbitkan nama-nama untuk fenomena bulan dalam setahun. 

Menurut almanak tersebut, bulan purnama yang muncul pada bulan April disebut Pink Moon. Hal yang mengilhami penamaan itu adalah musim bunga liar di awal musim semi. Tanaman yang berasal dari Amerika Serikat bagian timur itu dinamai ‘moss pink’. 

Menurut Observatorium Bosscha, supermoon berada dekat titik terdekat dengan Bumi di orbit peredarannya.

“Peristiwa supermoon terjadi saat Bulan berada pada atau di dekat titik terdekatnya dengan Bumi di orbit peredarannya, atau disebut sebagai titik perigee,” tulis Observatorium Bosscha melalui akun Instagramnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *