Kemenbud Incar Pemulangan Keris Legendaris Pangeran Diponegoro hingga Tuanku Imam Bonjol dari Luar Negeri

3 Min Read
Ornate dagger with a wavy black blade and gold filigree guard beside a curved brown sheath.
Ilustrasi Keris (Foto: Istimewa)

Mabur.co – Pemerintah Indonesia terus mendorong upaya pemulangan benda-benda bersejarah milik bangsa yang dirampas penjajah dan hingga kini masih tersimpan di luar negeri. 

Salah satu yang menjadi perhatian utama saat ini adalah repatriasi sejumlah keris pusaka milik Pangeran Diponegoro serta Tuanku Imam Bonjol yang memiliki nilai sejarah penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan budaya nasional sekaligus mengembalikan warisan sejarah Nusantara ke tanah air.

“Sejumlah keris sekarang ini kita mintakan kembali repatriasi karena merupakan keris-keris bersejarah yang menjadi ageman tokoh-tokoh perjuangan ketika itu,” ujar Fadli Zon dalam acara peringatan Hari Keris Nasional yang berlangsung di Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (23/5/2026). 

“Kita perlu minta ini sebagai bagian dari upaya memulihkan kedaulatan budaya,” imbuhnya seperti dikutip Antara.

Menurut Fadli Zon, proses pemulangan benda budaya memang tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu pemerintah mengaku harus melakukan sejumlah penelitian mendalam untuk menelusuri asal-usul dari setiap artefak yang akan direpatriasi tersebut .

Saat ini riset terkait riset sejumlah keris milik Pangeran Diponegoro serta Tuanku Imam Bonjol maupun keris dari Bali dan Lombok, tengah dilakukan pemerintah RI bekerja sama dengan Pemerintah Belanda dan sejumlah negara lain guna memastikan status kepemilikan serta sejarah perpindahan benda budaya tersebut. 

Artefak Rampasan Perang

Pemerintah ingin memastikan bahwa artefak yang dipulangkan memang merupakan bagian dari hasil rampasan perang atau praktik kolonialisme di masa lampau.

Fadli menyebut sebagian benda budaya Indonesia sebenarnya sudah berhasil dikembalikan ke tanah air, meski masih ada sejumlah koleksi yang hingga kini berada di luar negeri.

Namun demikian, pemerintah menegaskan tidak seluruh koleksi keris Nusantara di mancanegara akan diminta pulang. Indonesia tetap menghormati koleksi yang diperoleh secara legal dan kini menjadi bagian resmi dari museum atau lembaga budaya internasional.

Fokus utama repatriasi saat ini diarahkan pada benda-benda yang diduga kuat diambil secara tidak sah pada masa penjajahan.

Fadli sendiri menegaskan bahwa keris merupakan warisan budaya asli Nusantara yang telah diakui dunia. Sejak 2005, keris bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Menurutnya, keberadaan keris telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Nusantara sejak berabad-abad lalu. Hal itu dapat dilihat dari berbagai relief candi di Indonesia yang menggambarkan bentuk keris sejak abad ke-8.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya tersebut, pemerintah juga telah menetapkan 19 April sebagai Hari Keris Nasional. 

Penetapan itu dilakukan pada 19 April 2025 dan bertepatan dengan momentum penyelenggaraan Kongres pertama Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) di Surakarta pada 19 April 2006 silam.

Pemerintah berharap upaya pemulangan keris bersejarah ini tidak hanya menjadi langkah pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan leluhur bangsa.

Share This Article
Avatar photo
Lahir di Jogja. Fans Man Utd.
Leave a Comment