Mabur.co — Menjelang perayaan Hari Raya Paskah, aparat kepolisian meningkatkan pengamanan dengan melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan ini melibatkan personel Satuan Penjinak Bom (Jibom) dari Tim Gegana Brimob Polda DIY.
Wakapolres Kulon Progo, Kompol Muhammad Sholeh, mengatakan bahwa langkah sterilisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah.
“Sterilisasi dilakukan secara menyeluruh di sejumlah gereja, terutama yang memiliki jumlah jemaat besar. Ini sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama rangkaian ibadah Paskah,” ujar Kompol Muhammad Sholeh, Rabu (1/4/2026).
Personel Gegana diterjunkan langsung ke lapangan dengan dibekali peralatan khusus berteknologi tinggi, seperti metal detector, alat pendeteksi radiasi, serta detektor gas berbahaya.
Pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari ruang utama gereja hingga area luar kompleks.
Aipda Denny, personel Gegana DIY, menjelaskan bahwa proses sterilisasi dilakukan dengan teliti di setiap sudut lokasi.
“Kami melakukan penyisiran mulai dari mimbar, tempat duduk jemaat, hingga ruangan-ruangan pendukung. Semua diperiksa menggunakan peralatan khusus untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan,” jelasnya.
Salah satu gereja yang menjadi lokasi sterilisasi adalah GKJ Wates.
Selain di Wates, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Kapanewon Sentolo, Pengasih, Nanggulan, dan Kalibawang.
Pengurus GKJ Wates, Kusnata Dwi Atmaja, menyambut baik langkah yang dilakukan aparat kepolisian.
Menurutnya, sterilisasi ini memberikan rasa aman bagi jemaat yang akan melaksanakan ibadah.
“Kami sangat mengapresiasi upaya dari pihak kepolisian. Dengan adanya sterilisasi ini, jemaat dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman,” ungkap Kusnata.
Selain sterilisasi, Polres Kulon Progo sendiri nantinya juga menerjunkan ratusan personel untuk pengamanan selama rangkaian ibadah Paskah.
Setiap gereja akan dijaga oleh sekitar 10 hingga 20 personel, yang disesuaikan dengan jumlah jemaat.
Petugas kepolisian itu juga akan didukung Petugas keamanan Internal gereja termasuk juga perwakilan unsur masyarakat.
Diharapkan, seluruh rangkaian ibadah Paskah, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Minggu Paskah, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.



