Sehari Pasca-Gencatan Senjata Israel Kembali Bombardir Lebanon, 250 Orang Tewas - Mabur.co

Sehari Pasca-Gencatan Senjata Israel Kembali Bombardir Lebanon, 250 Orang Tewas

Mabur.co – Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan terbesarnya ke Lebanon pada Rabu sore atau sehari pasca-kesepakatan gencatan senjata dengan Iran Selasa kemarin. 

Akibat serangan brutal militer Israel ini, sedikitnya sebanyak 250 lebih orang di Lebanon tewas sementara 1000 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari Reuters, serangan pada Rabu (08/04/2026) merupakan serangan terbesar yang dilakukan Israel ke Lebanon sejak konflik dengan Hizbullah pecah bulan lalu.

Lima serangan beruntun terkoordinasi dilaporkan menyasar lebih dari 100 pusat komando dan situs militer Hizbullah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan dalam waktu sepuluh menit.

Lembaga pertahanan sipil Lebanon menyebut sebanyak 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 orang terluka di seluruh Lebanon, akibat serangan itu.

Korban jiwa tertinggi terjadi di Beirut, di mana 91 orang tewas.

Selain mengakibatkan asap hitam mengepul, serangan Israel diketahui juga membuat bangunan-bangunan hancur.

“Para reporter melihat petugas pertahanan sipil memandu seorang wanita lanjut usia ke atas derek untuk mengevakuasinya dari sebuah gedung di bagian barat Beirut. Setengah dari bangunan itu telah hancur akibat serangan Israel, menyebabkan penghuni di lantai atas terjebak,” kata laporan tersebut. 

Sebelumnya, wartawan juga melihat orang-orang mengendarai sepeda motor menjemput para korban luka dan mengangkut mereka ke rumah sakit karena tidak cukup ambulans untuk sampai ke sana tepat waktu.

Salah satu fasilitas medis terbesar di Beirut mengatakan membutuhkan sumbangan darah dari semua golongan.

“Skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan,” kata Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Türk.

“Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Iran, sungguh sulit dipercaya,” tambahnya.

Israel sendiri mengaku tetap melakukan serangan ke Lebanon karena mengklaim hal itu tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. 

Presiden Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata dengan Iran dan militer Israel terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt dan Wakil Presiden JD Vance, yang mengatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata tersebut.

“Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang sah. Saya pikir Iran mengira gencatan senjata itu termasuk Lebanon, padahal tidak,” kata Vance kepada wartawan di Budapest Rabu. 

Padahal sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, seorang perantara kunci dalam pembicaraan gencatan senjata AS-Iran, mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut akan mencakup Lebanon.

Sementara itu pihak Hizbullah sendiri mengutuk apa yang disebutnya sebagai “agresi barbar” Israel dan mengatakan bahwa serangan tersebut menegaskan haknya untuk membalas.

Hezbollah sendiri diketahui telah menghentikan serangan terhadap target Israel pada Rabu pagi, sejak kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel AS dibuat pada Selasa. 

Serangan Israel terhadap Lebanon ini secara otomatis akan mengancam pembatalan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel AS yang baru saja dibuat sehari lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *