Mabur.co – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menepis isu liar yang berkembang di masyarakat, bahwa kondisi ekonomi di Indonesia akan semakin buruk dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut penilaian Teddy, Indonesia masih tetap baik-baik saja sampai saat ini. Dan seluruh narasi tentang situasi ekonomi yang semakin memburuk itu sama sekali tidak benar.
Salah satu buktinya adalah keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM sama sekali, di saat negara-negara tetangga lainnya seolah “latah” untuk segera menaikkan harga, sebagai antisipasi terhadap kelangkaan minyak dunia, akibat konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.
“Narasi itu (Indonesia akan chaos karena kondisi ekonomi memburuk) adalah keliru. Tidak ada itu yang namanya chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali. Buktinya di tengah konflik global dan dampak perang di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikkan harga BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali. Itu fakta,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan pers terbarunya, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/4/2026).
Selain soal harga BBM, Teddy juga menyinggung jalannya roda perekonomian masyarakat yang terus berputar seperti biasa, tanpa adanya pengurangan daya beli sedikitpun.
Padahal di saat yang sama, negara-negara lain terus berusaha menghemat diri, sehingga ikut menekan aktivitas perekonomian masyarakat sehari-hari.
“Data perekonomian dari ekonomi yang benar menunjukkan bahwa (kondisi ekonomi) kita mengarah ke arah optimistik. Daya beli masyarakat terjaga. Dan pada saat lebaran kemarin pun, harga-harga bahan pokok semuanya masih stabil, semua kebutuhan pokok tersedia, BBM tersedia, dan arus mudik semuanya lancar. Itu semua adalah fakta dan data yang tersedia di lapangan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” sambungnya.
Teddy pun meminta kepada siapa saja, termasuk para pengamat ekonomi, untuk tidak membuat narasi-narasi negatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Terutama di tengah situasi sulit yang dialami banyak negara, akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. (*)


