Rumah Pesik Kotagede, Arsitektur Khas Perpaduan Jawa dan Eropa

3 Min Read
Bright green building with ornate white doors along a narrow alley; wicker lamps hang from the roof and blue sky above.
Rumah Pesik menjadi salah satu rumah kuno yang mewah dengan perpaduan arsitektur khas Jawa dan Eropa. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co-  Yogyakarta seperti tidak pernah kehabisan cara untuk memanjakan para wisatawan yang datang untuk berkunjung. Selain keindahan alam yang dimiliki, wisata budaya dan sejarah tidak boleh sampai terlewatkan.

Sedikit bergeser menuju kawasan tua di Desa Kotagede, jalan-jalan menyusuri lorong-lorong sempit yang menghubungkan gang-gang kecil ada di sana.

Ada banyak bangunan bersejarah yang bisa disinggahi, baik untuk swafoto atau pun duduk sembari menikmati keindahan budaya bangunan tersebut. Rumah Pesik menjadi salah satu objek wisata yang sering dikunjungi dan tidak boleh sampai terlewat.

Rumah Pesik merupakan rumah yang dimiliki oleh seorang pengusaha Kotagede bernama Rudy J. Pesik. Keberadaan rumah ini ada di antara bangunan rumah warga sekitar yang terlihat sangat menonjol dan berbeda.

Dilansir dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan DIY), Jumat (29/5/2026), Rumah Pesik menjadi salah satu rumah kuno yang mewah dengan perpaduan arsitektur khas Jawa dan Eropa.

Ornamen Khas Jawa dan Eropa

Tampilan pada tembok luarnya berwarna hijau terang, menjadikan rumah ini mudah untuk dikenali, bersatu dengan sentuhan ornamen khas Jawa dan sentuhan Eropa di sepanjang sisinya. Di salah satu pintu terdapat prasasti yang berisi daftar nama-nama tokoh penting dunia yang pernah menginap di sana. Termasuk Lech Walesa, mantan Presiden Polandia pada tahun 1990-1995 dan penerima Nobel Perdamaian tahun 1993.

Tidak hanya disuguhi oleh bentuk bangunan serta ornamen yang unik, wisatawan juga akan diperlihatkan dengan sejumlah patung batu besar yang menjadi koleksi di rumah ini.

Patung-patung batu tersebut dapat dijumpai oleh wisatawan saat memasuki gerbang depan rumah. Aneka koleksi patung batu besar tersusun rapi di taman depan rumah, bersiap menerima para pengunjung yang datang.

Selain itu, pada taman ini juga terlihat sebuah kolam air mancur yang letaknya tepat di tengah halaman. Area ini juga yang sering menjadi incaran para pengunjung untuk berburu foto.

Tidak jauh dari taman ini, pengunjung dapat menemukan sebuah kereta kuno yang digunakan pada masa pemerintahan Paku Buwono X (1893-1939). Masuk lebih dalam untuk berjalan menyusuri teras rumah yang tampak seperti lorong-lorong panjang dengan pintu lengkung di sepanjang sisinya.

Keunikan lainnya yang dapat dijumpai pada bangunan ini adalah pada dindingnya, dengan patung-patung arca yang disematkan pada jarak tertentu. ***

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Leave a Comment