Indonesia Sampaikan Belasungkawa Atas Tewasnya Tentara Prancis di Lebanon - Mabur.co

Indonesia Sampaikan Belasungkawa Atas Tewasnya Tentara Prancis di Lebanon

Mabu.co – Indonesia menyampaikan rasa belasungkawa atas gugurnya seorang tentara Prancis saat menjalankan misi sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 18 April 2026.

Dalam pernyataan resmi di platform X pada Minggu (19/4/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari itu sebagai hal yang tidak dapat diterima.

“Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional,” sebut pernyataan itu dilansir Antara, Minggu (19/4/2026).

Kemlu menegaskan bahwa negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata antara Israel serta Lebanon harus dihormati sepenuhnya serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan.

Aksi saling serang yang masih terjadi hingga saat ini dinilai berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan.

“Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya terhadap serangan berulang terhadap UNIFIL. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran, aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” kata Kemlu.

Indonesia juga menyampaikan solidaritas kepada Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. Mengingat sejumlah personil tentara Indonesia juga telah menjadi korban insiden serupa.

Meski tak mendorong dilakukannya penarikan ataupun evaluasi penempatan pasukan UNFIL, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan bagi personel penjaga perdamaian PBB.

Sebagaimana diketahui Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan seorang tentara Prancis gugur dan tiga lainnya terluka dalam serangan di Lebanon selatan yang menargetkan UNIFIL pada 18 April Kemarin. 

Macron mengatakan Prancis menuntut otoritas Lebanon segera menangkap pihak yang bertanggung jawab dan bekerja sama dengan UNIFIL.

Sementara itu, Indonesia sendiri telah kehilangan tiga personel UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon selatan. Selain itu, delapan prajurit TNI juga tercatat terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB.

Akibat munculnya sejumlah korban itu Indonesia pun telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *