Saiful Mujani: Prabowo adalah Presiden yang Anti-Reformasi - Mabur.co

Saiful Mujani: Prabowo adalah Presiden yang Anti-Reformasi

Mabur.co – Guru Besar Ilmu Politik, Saiful Mujani, merasa ada sesuatu yang janggal dalam kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai presiden RI selama 1,5 tahun ini.

Kejanggalan itu terletak pada cara pandang Prabowo mengenai konstitusi negara, yang dianggapnya kerap bertentangan nilai-nilai reformasi yang berlaku saat ini.

Apalagi dalam pidato pertamanya sebagai presiden pada Oktober 2024 lalu, Prabowo pernah menyebut bahwa “Indonesia memang negara demokrasi, namun demokrasinya haruslah yang ‘asli Indonesia'”.

“Asli Indonesia” yang dimaksud di sini adalah kembalinya Undang-undang Dasar 1945 ke dalam bentuk yang sebenarnya, yang pernah disahkan pada 18 Agustus 1945 silam.

Menurut Saiful, hal itu sama saja dengan kemunduran demokrasi. Dan di situlah letak berbahayanya seorang Prabowo Subianto, apabila ia terus bertahan jadi presiden sampai 2029 mendatang.

“Bagi saya, ukuran politik sebuah negara adalah seberapa demokratis negara tersebut. Apabila kemudian demokrasinya mundur (ingin kembali ke masa lalu), maka itu merupakan ancaman serius terhadap masa depan negara itu sendiri,” ucap Saiful Mujani dalam podcast Terus Terang, sebagaimana dilansir dari kanal Mahfud MD Official, belum lama ini.

Hal itulah yang kemudian mendasari pemikiran Saiful, bahwa Prabowo seolah-olah tidak menghormati hasil reformasi, yang telah diperjuangkan dengan susah payah pada 1998 silam.

Saiful pun dengan berani menyebut Prabowo sebagai sosok yang “anti-reformasi”.

Terlebih dengan stigma pelanggaran HAM yang melekat padanya dalam peristiwa bersejarah tersebut.

“Ini benar-benar akan menjadi setback (kemunduran demokrasi) (apabila konstitusi negara kembali ke yang “asli”). Saya kok melihatnya hasil reformasi ini seperti tidak ada manfaatnya bagi Pak Prabowo. Sehingga menurut pemahaman saya, Pak Prabowo ini sepertinya anti-reformasi,” tambah Saiful.

Meski demikian, Saiful juga sepenuhnya memahami apa yang menjadi landasan pemikiran Prabowo (ingin mengembalikan konstitusi Indonesia ke bentuk yang “asli”). Sebab Prabowo merupakan “hasil didikan” zaman orde baru. Dimana Prabowo merupakan bekas prajurit TNI, yang lama tinggal di Yordania setelah berakhirnya masa orde baru.

Apalagi presiden orde baru saat itu, Soeharto, juga merupakan mertua dari Prabowo sendiri. Sehingga ciri-ciri orde baru sangat mengakar kuat dalam diri Prabowo, yang terus ia bawa setelah terpilih menjadi presiden hingga saat ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *