Abaikan Sisi Gelap Sang Raja Pop, Film Michael Jackson Garapan Antoine Fuqua Tuai Kontroversi - Mabur.co

Abaikan Sisi Gelap Sang Raja Pop, Film Michael Jackson Garapan Antoine Fuqua Tuai Kontroversi

Mabur.co– Rumah produksi Lionsgate memastikan film biopik tentang perjalanan hidup Michael Jackson  garapan sutradara Antoine Fuqua, resmi tayang perdana di Berlin pada 10 April 2026.

Penayangan luas dijadwalkan mulai 24 April 2026 di Amerika Serikat, termasuk di layar IMAX, sebelum bergulir ke pasar internasional.

Disutradarai Antoine Fuqua dan diproduseri Graham King, film ini menempatkan Jaafar Jackson keponakan sang Raja Pop sebagai pemeran utama.

Sejak jelang rilis, perhatian publik bukan hanya tertuju pada transformasi Jaafar, tetapi juga pada keputusan kreatif film yang dinilai menanggalkan bagian paling kontroversial dalam kehidupan Jackson.

Antoine Fuqua mengatakan, film yang dibintangi oleh Jaafar Jackson yang tak lain adalah keponakan dari Michael Jackson, putra dari Jermaine itu tidak sembarangan, karena tim produksi bersama sutradara Fuqua telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga. 

“Kami telah memutuskan yang paling pantas memerankan Michael ya keponakannya sendiri, Jaafar Jackson. Pihak keluarga juga setuju, sebab dari segi fisik dan bakat Jaafar yang paling mirip Michael,” jelas Fuqua dikutip dari Variety, Kamis (23/4/2026).

Sutradara Antoine Fuqua dan penulis naskah John Logan membuat film biopik fokus pada perjalanan hidup legenda musik dunia Michael Jackson.

Karirnya dirintis sejak masih kecil, ia dan keluarganya bermimpi bisa sukses di jalur musik dengan membentuk grup vokal.

Sang ayah kemudian membuat grup vokal The Jackson 5 yang beranggotakan saudara kandung Michael, yaitu Jackie, Tito, Jermaine dan Marlon.

The Jackson 5 yang resmi debut tahun 1964 itu menjadi grup vokal yang paling populer di tahun 1960-1970an. Grup beraliran soul RnB ini bahkan mendapat 2 kali nominasi Grammy Award.

Namun kesuksesan The Jackson 5 tidak serta merta membuat Michael puas. Ia kemudian memutuskan bersolo karier lewat album Off The Wall yang dirilis tahun 1979. Michael makin bersinar lewat album Thriller (1982). 

Kesuksesan solo karier Michael Jackson justru menjadi bayang-bayang sang ayah Joe Jackson. Ia bahkan mengkapitalisasi sang anak. Konflik pun memanas. 

Film biopik Michael bukanlah film satu-satunya yang mengangkat kisah sang Raja Pop. Sebelumnya sudah pernah ada film biopik dan kumpulan konser tentang Michael Jackson.

Seperti Leaving Neverland, Michael Jackson, Man in the Mirror, Michael Jackson Life of an Icon, Michael Jackson Life of a Superstar, Michael Jackson Unmasked, dan Michael Jackson Commerorated. 

Sejumlah kritik tajam bermunculan. The Guardian menyebut film ini terasa “dipoles” hingga kehilangan sisi kemanusiaan Jackson yang utuh, baik terang maupun gelap.

Colman Domingo menyatakan film memang sengaja diakhiri pada 1988 untuk memusatkan sorotan pada fase kejayaan.

Sementara Nia Long yang memerankan Katherine Jackson menilai pendekatan tersebut menekankan pencapaian awal Jackson.

Di tengah perdebatan, penampilan Jaafar Jackson menuai pujian luas. Ini menjadi debut filmnya setelah menjalani persiapan panjang, termasuk latihan koreografi dengan tim yang pernah bekerja bersama pamannya.

Katherine Jackson menyebut Jaafar “mewujudkan” sosok Michael.

LaToya Jackson bahkan mengatakan penonton bisa lupa bahwa yang tampil di layar bukan Michael asli. LaToya juga mengungkap bahwa Janet Jackson menolak untuk digambarkan dalam film meski telah didekati.

Didistribusikan Lionsgate di AS dan Universal Pictures secara internasional, film ini menelan anggaran sekitar US$165–170 juta (sekitar Rp2,64–2,72 triliun), menjadikannya salah satu biopik musik termahal.

Trailer perdana yang dirilis pada November 2025 mencatat 116,2 juta penayangan dalam 24 jam.

Studio menargetkan pendapatan global minimal US$700 juta (sekitar Rp11,2 triliun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *